Pansus Raperda Pembangunan Keluarga Kunjungi Desa Labu

WARTABANGKA, PUDING BESAR – Dalam rangka penyusunan Raperda tentang Pengendalian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, tim Panitia Khusus Raperda DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggali informasi, bahan dan masukan, ke Desa Labu, Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka, Kamis (9/12).

Diketahui, Desa Labu Kecamatan Puding Besar yang telah sukses dalam pembinaan kader keluarga berencana (KB).

Ketua Pansus Raperda tentang Pengendalian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, H. Dody Kusdian, ST., MH menjelaskan, kedatangan tim pansus untuk bersilaturahmi serta guna mendapatkan informasi serta masukan sebagai bahan penyusunan Raperda.

“Bagaimana agar kebijakan yang kami buat memiliki warna regulasi dan masukan dari ibu-ibu. Bagaimana kita membangun kampung kita secara bersama-sama, saat ini sudah bukan lagi zaman kita menjadi Superman tetapi harus mengedepankan Team Work,” kata Dody Kusdian, ST, MH, dalam sambutannya di hadapan sejumlah kader KB.

Tim Pansus yang di komandoi oleh H. Dody Kusdian, ST., MH, di dampingi Wakil Ketua Matzan beserta sejumlah anggota yang tampak hadir antara lain, Evi Junita, Toni Mukti, SH, H. Marsidi H. Satar, SH, Yoga Nursiwan, A.Md, H. Jawarno, KS. S.Ip, dan Toni Purnama, S.Ip hadir ke lokasi tersebut, terkait pembentukan Ranperda tentang Pengendalian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Dody menyampaikan rasa prihatin dan sedih atas realita sosial masyarakat Babel saat ini.

Pasalnya, berdasarkan data yang ada, Provinsi Babel memiliki tingkat perkawinan usia muda yang tertinggi se-Indonesia.

Selain itu, tingginya tingkat perceraian, tingkat pendidikan juga rendah sedangkan kasus narkoba urutan kelima nasional hingga pengidap HIV/AIDS juga tinggi.

“Sedih melihat data yang ada saat ini. Bukan untuk menakuti, tetapi agar kita waspada dan hati-hati. Ada anak kelas 5 sampai dengan kelas 6 SD itu gak mau sekolah lagi, sedih kita. Dan ini adalah cerminan untuk kita semua,” ungkap Dody.

Sementara itu, anggota Pansus, Toni Mukti, mengapresiasi keberhasilan warga Desa Labu, karena memberikan contoh baik dalam hal pembangunan keluarga.

“Kampung Labu ini bisa berhasil dengan program kampung KB nya, itu karena tidak ada pernikahan dini, KDRT, kawin cerai dan mungkin faktor kearifan lain,” ungkap Tony.

Pada kesempatan yang sama, Jawarno, anggota pansus lainnya, mengingatkan agar warga selalu waspada dan terus menjaga reputasi Desa Labu yang telah berhasil tersebut.
“Hindari menikah di usia dini karena akan merusak reputasi kampung KB,” pungkasnya. (*/rls)

loading...

Check Also

Bupati Bangka Resmikan Perpustakaan Daerah

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Bupati Bangka, Mulkan, S.H M.H meresmikan keberadaan gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *