Sosialisasikan Perda Nomor 9, Jawarno Ajak Warga Desa Labu Kembangkan Ekonomi Kreatif

WARTABANGKA, PUDING BESAR -Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung (Babel), Jawarno mengajak warga Desa Labu, Kecamatan Puding Besar mengembangkan ekonomi kreatif untuk meningkatkan ekonomi dan taraf hidup.

Ia menegaskan, banyak potensi di desa yang bisa dimanfaatkan oleh ibu-ibu untuk dikembangkan, baik hasil pertanian maupun lainnya yang bisa dijadikan produk kreatif.

“Kalau bisa ibu-ibu disini digerakkan memanfaatkan potensi yang ada, menambah pendapatan keluarga dan meningkatkan ekonomi,” kata Jawarno dalam Sosialisasi Perda Nomor 9 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif, di ruang pertemuan Desa Labu, Puding Besar, Sabtu (11/12).

Ia mengapresiasi, apa sudah dilakoni oleh kelompok UPPKA Mawar Desa Labu, yang mengembangkan stik labu serta opak labu, ia berharap usaha ini terus ditingkatkan dan dikembangkan agar lebih baik lagi.

Pemerintah, kata dia, mendukung usaha kreatif masyarakat dengan dukungan permodalan sarana prasarana hingga pemasaran, baik melalui dana pemerintah, dukungan swasta, perbankan dan lainnya.

“Mereka sudah punya modal usaha kreatif, ada stik labu, hanya saja mereka ini kurang pembinaan dan kesulitan pemasaean,” terangnya.

Untuk itu, sebut dia, Ia akan merekomendasikan agar nantinya instansi terkait dapat memberikan pendampingan, pelatihan dan membantu pemasaran. Sehingga usaha yang dikembangkan ibu-ibu di desa ini dapat lebih berkembang.

“Pemprov menyiapkan anggaran untuk pengembangan ekonomi kreatif, masyarakat harus jeli menangkap informasi dan peluang, jangan sia-siakan kesempatan,” imbuhnya.

Jawarno menambahkan, sebagai wakil rakyat, anggota DPRD Babel siap menampung keluhan dan aspirasi masyarakat serta membantu menyampaikan usulan tersebut ke pemerintah daerah, agar dicarikan solusi dan jalan keluarnya.

“Kami sebagai wakil rakyat akan menyerap aspirasi masyarakat. Nanti kalau ibu-ibu mau belajar atau pelatihan keterampilan, kami akan ajak dinas terkait untuk memberikan pelatihan di desa ini, dan juga membantu pembinaan pengembangan usahanya,” tandasnya.

Pada sosialisasi Perda ini, juga diisi oleh Ketua Informasi Daerah, Syawaludin. Ia mengajak agar ibu-ibu dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk menambah wawasan dan keterampilan dalam mengembangkan usaha dan ekonomi kreatif.

“Manfaat informasi dari ponsel untuk membuat hal-hal yang unik dan kreatif, misalnya stik labu tadi, bagaimana agar diminati orang, bagaimana itu menjadi oleh-oleh khas orang yang berkunjung ke Desa Labu,” tuturnya.

Salah satu peserta sosialisasi, Yanti mengatakan beberapa waktu lalu ibu-ibu di desa ini dibentuk kelompok binaan BKKBN, UPPKA Mawar, dengan produk stik labu, dan juga anggota mengembangkan opak labu.

“Beberapa waktu lalu kami pernah memasarkan dalam pameran, tetapi kami masih terkendala pengolahan dan kurangnya pelatihan, kalau ada bantuan atau pelatihan kami ingin sekali ikut agar usaha ini bisa lebih baik lagi,” tandasnya seraya mengapresiasi jika pemerintah daerah memperhatikan sektor usaha kecil.

Sosialisasi Perda ini, diikuti oleh ibu-ibu Desa Labu, juga dihadiri oleh aparat desa setempat. (two/*)

loading...

Check Also

Pemkab Bangka Percepat Validasi Objek PBB-P2

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Pemerintah Kabupaten Bangka mempercepat validasi data objek Pajak Bumi Bangunan Sektor Perkotaan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *