Amri Tolak Wacana Pasien Covid-19 yang Dikarantina Dikenakan Biaya 

WARTABANGKA, PANGKALPINANG -Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Amri Cahyadi mengaku tidak setuju soal wacana Pemprov Babel yang akan mengenakan biaya bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang menjalani karantina.

Dia menjelaskan, mengacu pada Permendagri Nomor 64 tahun 2020 tentang pedoman penyusunan APBD tahun 2021, masih difokuskan dalam hal penanganan Covid-19.

“Oleh karenanya, terlepas persoalan APBD kita yang memang tertekan sekarang ini, maka wajib bagi kita untuk mengalokasikan anggaran untuk penanganan Covid-19 dimana pun itu yang kita tetapkan. Dan itu (biaya-red) perawatan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,” kata Amri saat dibincangi wartawan di ruang kerjanya, Rabu (16/9).

Menurutnya, salah satu cara yang paling tepat untuk mengantisipasi dari paparan Covid-19, yakni dengan mematuhi secara ketat protokol kesehatan, seperti penggunaan masker saat beraktivitas diluar rumah, rajin cuci tangan, dan menjaga jarak.

“Maka melalui Inpres Nomor 4 tahun 2020 dan diturunkan di pergub, setelah kita lakukan sosialisasi dan edukasi, ya memang harus ada penindakan kepada masyarakat yang membandel dengan ketentuan tersebut,” terangnya.

“Bagi kami DPRD, tindakan persuasif, sosialisasi, dan edukasi itu mesti terus kita giatkan, tiada hentinya kepada masyarakat, jangan kita menyerah dari masyarakat yang kurang menjalankan aturan itu, ya tetap kita tegur,” imbuh Politikus PPP ini.

Selain itu, adanya wacana sanksi berbayar kepada pasien terkonfirmasi positif yang dirawat agar masyarakat lebih disiplin mematuhi protokol Covid-19, Amri menilai, hal tersebut tidak ada korelasinya.

“Artinya, masyarakat tidak ada yang mau akan terkena paparan Covid-19, nah apakah ada jaminan, orang yang dirawat di Asrama Haji itu tidak mematuhi protokol, pergub yang mengacu kepada inpres itu kan untuk mendisiplinkan masyarakat agar melaksanakan protokol,” jelasnya.

“Kemudian apabila masyarakat kita sudah ketat melaksanakan protokol Covid-19, apakah sudah ada jaminan tidak akan terjangkit? Belum tentu, Maka tidak fair dong kalau misalkan dihukum hanya gara-gara tidak melaksanakan protokol, tidak bisa dijadikan acuan,” tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Babel, Erzaldi Rosman mewacanakan bagi pasien yang menjalani perawatan di Wisma Karantina BKPSDM Babel akan dikenakan biaya.

Kebijakan ini, kata dia, dikarenakan beban APBD Pemprov Babel yang akan semakin tergerus untuk menanggung semua biaya. Apalagi, beberapa hari terakhir, jumlah orang yang dikarantina semakin banyak.

“Kita sedang merumuskan siapa yang dirawat di wisma karantina, berbayar. Kita nggak bisa APBD terus tergerus karena masyarakat tidak disiplin, ” ujarnya, saat berkunjung ke Toboali, belum lama ini.

Ia menilai, peningkatan pasien Covid dikarenakan kedisiplinan masyarakat yang kurang. Apabila prokes Covid dijalankan, ia yakin penyebaran virus bisa dicegah.

“Gunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan, saya yakin kita akan bisa kembali hijau. Kita harus bersama-sama mem-push agar lebih kuat, melakukan gerakan bersama mendisiplinkan prokes Covid dan upaya pencegahan, ” terangnya.

Diakui Erzaldi, saat ini kondisi wisma karantina BKPSDM sudah penuh oleh pasien positif dan suspek yang dikarantina. Bahkan, Pemprov Babel juga meminjam. Asrama haji untuk menampung pasien terkait Corona.

“Memang beberapa hari terakhir terjadi peningkatan khusus, di Provinsi Babel yang perlu di khawatirkan adalah Kota Pangkalpinang, karena aktivitasnya padat, masyarakatnya banyak, perlu langkah-langkah antisipasi, ” terangnya.

Upaya pendisiplinan masyarakat, lanjut dia telah dilakukan bermacam upaya seperti razia prokes Covid, termasuk pemberian sanksi bagi melanggar. (*/DEI/TWO)

loading...

About nath

Check Also

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Pemprov Babel Siap Terapkan PISA

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman menyatakan kesiapannya untuk menerapkan Programmer …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *