Angka Stunting Bangka Tengah Menurun, Bupati Algafry Minta Posyandu Desa Terus Bergerak Optimal

WARTABANGKA.COM, KOBA – Bupati Bangka Tengah (Bateng), Algafry Rahman mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Bergerak Bersama untuk Percepatan Penurunan Stunting di Smart Meeting Room Pemkab. Bateng, pada Senin (23/8).

Diketahui, jumlah balita yang masih dikelompokkan masuk kategori stunting atau kondisi gagal pertumbuhan (tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi di Bangka Tengah dari tahun sebelumnya (2020) diketahui mengalami penurunan.

Angka lokus stunting balita di Kabupaten Bangka Tengah tahun 2021 dari aplikasi e-PPGBM dilaporkan mencapai 3,31 persen per bulan Maret 2021.

Dalam pertemuan tersebut, masing-masing mendengar berbagai penjelasan, langkah pencegahan, dan berbagai kebijakan dalam rangka penurunan stunting.

Data terakhir tahun 2020 balita stunting di Bangka Tengah mencapai 5,37 persen dan menurun menjadi 3,31 persen pada Tahun 2021 per bulan Maret.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman mengatakan, gerakan penurunan angka stunting harus dilakukan dengan langkah bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan utama spesifik dan fokus adalah pada tiga aspek yaitu, pelayanan gizi pada kelompok risiko berupa pemberian makanan tambahan, edukasi gizi pada kesehatan, serta mendorong masyarakat dan keluarga untuk peduli terhadap pertumbuhan anak dan penguatan ketahanan pangan keluarga plus pemberdayaan keluarga dari Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Sebenarnya untuk kasus stunting di Bangka Tengah, angkanya mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, namun karena program pemerintah di tahun 2024 itu angkanya diharapkan zero, maka Pemerintah Pusat akan memberikan lokus tersendiri kepada daerah-daerah yang masih memiliki stunting,” kata Algafry.

Dia menuturkan pihaknya telah berkoordinasi dengan OPD terkait untuk menyikapi permasalahan stunting ini, di mana posyandu desa harus kembali diaktifkan.

“Saya juga sudah meminta semua stakeholder terkait untuk segera melakukan integrasi dalam menyikapi kasus stunting ini, diantaranya kita mulai dari desa, di mana posyandu akan kita optimalkan kembali, karena cikal bakalnya ada di sana, jika posyandu digerakkan maka perkembangan balita akan kita ketahui,” terang Algafry.

“Jadi akan kita mulai galakan dari posyandu, namun berbagai pihak harus tetap berintegritasi dan semua dinas harus bergerak serta semua desa anggarannya harus digerakkan dan difokuskan,” pungkasnya. (RN)

loading...

Check Also

Babel Provinsi Pertama Luncurkan Kurikulum Anti Narkoba untuk Pelajar SMA

WARTABANGKA, PANGKALPINANG – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menjadi provinsi pertama di Indonesia yang mengimplementasikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *