Bangka Barat Ditetapkan PPKM Level 4

WARTABANGKA.COM, MUNTOK – Kabupaten Bangka Barat ditetapkan penerapan PPKM level 4. PPKM ini mulai berlaku pada Senin ( 26/7 ) esok hingga 10 hari ke depan.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, M. Putra Kusuma saat konferensi pers usai menggelar rapat dengan Tim Satgas Covid-19 bersama Sekda Bangka Barat, Muhammad Soleh dan unsur terkait lainnya, Sabtu (25/7) malam.

” Penerapan PPKM di level 4 ini satu-satunya kita di Kabupaten Bangka Barat kemudian satu-satunya kabupaten di Pulau Bangka kemudian dua kabupaten di Pulau Belitung,” jelas Putra.

Dikatakan Putra, pihaknya menerima keputusan yang sudah ditetapkan dan pada prinsipnya Kabupaten Bangka Barat sudah siap untuk melakukan dan meneruskan instruksi Mendagri terkait dengan PPKM level 4.

Dari hasil rapat yang dilakukan sejak siang hingga malam tadi, ada tiga aspek yang menjadi penekanan dalam penerapan PPKM level 4 ini. Ketiga aspek tersebut adalah esensial, non esensial dan kritikal.

” Yang non esensial itu seluruhnya WFH. jadi tetapi ada petunjuk dari peserta rapat untuk bisa memilah-milah terkait dengan bagaimana pelayanan di masyarakat bagaimana pelayanan kita terhadap masyarakat baik itu pelayanan ke masyarakat maupun pelayanan kepada pegawai yang ada di Kabupaten Bangka Barat,” kata Putra.

” Karena tidak mungkin serta merta seluruhnya itu dilakukan WFH karena ada point-point penting di dalam instansi dan institusi tersebut yang harus tetap bekerja untuk melakukan kegiatan apapun intervensi di dalam pembangunan Kabupaten Bangka Barat ini,” lanjutnya.

Putra melanjutkan untuk yang sektor esensial seperti perbankan dan sektor kritikal yaitu rumah sakit, Puskesmas, BPBD dan lainnya itu tetap wajib untuk melaksanakan kegiatan 100 persen wajib hadir pegawainya.

Putra menjelaskan terkait pelabuhan, lalu lintas masuk dan keluar pelabuhan yang semula menunjukkan hasil rapid antigen negatif, sekarang setiap penumpang wajib sudah dilakukan vaksinasi dosis pertama.

Kemudian, terkait dengan tempat ibadah sesuai dengan instruksi yang disampaikan oleh Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan, tidak ada tempat ibadah yang ditutup tetapi pihaknya sudah sepakat dengan seluruh tim bahwa di setiap tempat ibadah itu ada Satgas internal yang mengatur terkait dengan prokesnya.

” Jadi Satgas internal itulah nanti yang saling mengingatkan kepada seluruh jamaahnya untuk taat kepada prokes secara ketat. Instruksi pak Gubernur menyampaikan tidak ada tempat ibadah yang ditutup tetapi penguatannya ada diprokes dan edukasi yang disampaikan oleh Satgas internal di tempat ibadah tersebut,” ungkap Putra.

Sementara itu, yang terakhir terkait dengan sektor UMKM seperti Cafe, warung, rumah dan lain sebagainya, dalam hal ini sesuai dengan hasil rapat, pengunjung tidak diperbolehkan makan di tempat.

” Jadi take away semuanya dibawa pulang. UMKM nya tetap bisa buka tetapi tidak ada yang makan ditempat jadi semuanya dibawa pulang kemudian paling telat itu tutupnya jam 20.00 wib. Lewat itu satgas dan tim gabungan tiap hari akan melakukan edukasi bukan razia edukasi secara humanis untuk dilakukan pendekatan pendekatan terkait dengan bagaimana transmisi ini bisa kita hentikan bersama sama,” sebutnya.

” Artinya seluruh elemen yang ada itu bisa saling mendukung kita tentunya Pemerintah Kabupaten Bangka Barat tidak bisa bekerja secara sendiri paling tidak kita tetap membutuhkan dukungan dari seluruh elemen yang ada,” tambah Putra. ( IBB )

loading...

Check Also

Belitung Darurat BBM, Eka Budhiarta Minta Pertamina Tambah Kuota

WARTABANGKA, SUNGAILIAT – Kabupaten Belitung dan Belitung Timur saat ini mengalami darurat bahan bakar minyak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *