Bawaslu Bangka Barat Sorot APK yang Dikenakan Retribusi di Zona Terlarang
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Bawaslu Bangka Barat Sorot APK yang Dikenakan Retribusi di Zona Terlarang

Bawaslu Bangka Barat Sorot APK yang Dikenakan Retribusi di Zona Terlarang
Tiga anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangka Barat yakni, Rio Febri Fahlevi, Ekariva Annas Asmara dan Erika Herlina, saat dilantik oleh Bawaslu RI, di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (15/8). dok. WARTABANGKA.COM/BAYU

WARTABANGKA.COM, MUNTOK - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangka Barat (Babar), terus menyoroti Alat Peraga Kampanye (APK) yang dikenakan retribusi, di zona-zona terlarang. 

Baik itu pemasangan APK milik pemerintah daerah maupun swasta.

"Kalau masih ada, kita akan lakukan penertiban baleho. Baik yang milik Pemda maupun swasta yang ada di zona yang terlarang," tegas Ketua Bawaslu Bangka Barat Rio Febri Fahlevi kepada wartabangka.com, Senin (24/12).

Sesuai ketetapan KPU Babar lanjutnya, pihaknya fokus menyoroti APK peserta Pemilu 2019, pada zona-zona terlarang yang telah ditetapkan. 

Yakni, mulai dari simpang empat Senang Hati, pasar lama hingga Masjid Jamik Bangka Barat.

"Seputaran pasar lama hingga Masjid Jamik tidak boleh ada APK yang terpasang. Kalaupun ada APK yang berbayar, itu tidak diperbolehkan. Dan kita terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar APK tidak terpasangan di zona terlarang," tukasnya. (*)

penulis:

Komentar Via Facebook