Mahasiswa Babel di Taiwan Buat Petisi Keberatan Atas Pemberitaan di Media Nasional
Banner DPRD Babel Bateng Covid 19
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Mahasiswa Babel di Taiwan Buat Petisi Keberatan Atas Pemberitaan di Media Nasional

Mahasiswa Babel di Taiwan Buat Petisi Keberatan Atas Pemberitaan di Media Nasional
Sekda Babel, Yan Megawandi.

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG --- Mahasiswa Bangka Belitung (Babel) yang ada di Taiwan, langsung membuat surat petisi dan keberatan atas pemberitaan di media online nasional yang menyebutkan mereka dipaksa bekerja luar batas jam kerja di Taiwan. Petisi ini ditandatangani oleh 217 dari 294 mahasiswa Babel yang ada di Taiwan

Sekda Babel, Yan Megawandi, dalam pertemuan dengan DPRD Babel di Ruang Banmus, Kamis (3/1) membacakan petisi yang disampaikan oleh mahasiswa Babel di Taiwan ini.

"Mereka menyampaikan keberatan dan ketidaksetujuan atas pemberitaan di media online nasional, bahwa tidak ada kerja paksa yang dilakukan pihak sekolah dan tidak ada makanan yang mengandung babi yang disajikan kepada mahasiswa," ujar Yan.

Dalam petisi ini, mahasiswa Babel juga menyebutkan bahwa pemberitaan ini menyebabkan kegaduhan, pencemaran nama baik serta pembunuhan karakter dan mereka mengecam atas pemberitaan ini yang nyatanya belum dikonfirmasi ke pihak perguruan tinggi.

"Mereka juga menuntut media yang sudah memberitakan ini untuk melakukan konfirmasi ke perguruan tinggi, kemudian mencari kebenaran terlebih dahulu sebelum mengutip lalu menuliskan pemberitaan yang kebenarannya masih diragukan, serta menyebutkan bahwa pemberitaan ini dapat dikatagorikan sebagai berita hoaks," baca Yan.

Dalam kesempatan ini, Yan juga menyambut baik dan mendukung usulan DPRD untuk mempertanyakan persoalan ini ke Kementerian Luar Negeri, Kemenristekdikti dan ke Kementerian Tenaga Kerja.

"Kita akan mencari informasi, dengan menanyakan ke tiga kementerian terkait ini, tetapi dari informasi mahasiswa kita disana, bahwa mereka tidak dipaksa bekerja," katanya.(*/LUR)

penulis:

Komentar Via Facebook