Kursi Wabup Babar Jadi Rebutan, Tiga Partai Pengusung Saling Klaim Siapkan Calon
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Kursi Wabup Babar Jadi Rebutan, Tiga Partai Pengusung Saling Klaim Siapkan Calon

Kursi Wabup Babar Jadi Rebutan, Tiga Partai Pengusung Saling Klaim Siapkan Calon
ilustrasi (net)

 

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG -- Wafatnya Bupati Bangka Barat Parhan Ali, Jumat (1/2), bursa untuk jabatan Wakil kian santer. Parhan Ali-Markus yang diusung tiga partai koalisi pada Pilkada 2015 yakni, PDI Perjuangan, Hanura dan PAN.

Ketua DPD PDI Perjuangan Didit Srigusjaya kepada wartawan, Kamis (14/2/2019 mengatakan, saat pencalonan 2015 lalu, Parhan merupakan kader PDI perjuangan dan Markus merupakan kader Partai Hanura.

"Kita akan mengajak PDI Perjuangan, Hanura dan Pan. Ini hak tiga partai ini. Sampai sekarang Markus (Plt Bupati Bangka Barat) masih posisinya sebagai anggota Hanura, bukan PDI Perjuangan. Kok pada posisi saat ini banyak yang mengklaim bahwa beliau pengurus PDI Perjuangan? Cek aja, ada gak SK nya. Yang jelas, dengan naiknya pak Markus, itu adalah posisi Hanura, tinggal kompromi PDI Perjuangan dan PAN," kata Didit.

Secara aturan lanjutnya, PDI Perjuangan dapat mengusung calonnya sendiri, namun untuk saat ini pihaknya belum menentukan sejumlah nama yang akan diusulkan.

"Saya belum bisa bicara itu, karena dikonsentrasikan menangkan Pileg dan Pilpres. Nanti soal wakil bupati, selesai hajatan nasional ini. Kita serahkan kepada DPRD Bangka Barat lah nanti. Ini harus duduk satu meja dulu, karena kami adalah partai pengusung, jelas itu," tegasnya.

"Tapi secara aturannya, PDI perjuangan punya hak mengusungkan kadernya menjadi wakil bupati. Soal dipilih tidak dipilih, silahkan nanti diserahkan kepada DPR Bangka Barat. Jangan tutup PDI Perjuangan untuk ikut andil juga disitu. Ingat, kami adalah partai pengusung disitu," tukasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Hanura Bangka Belitung Hengky Irawan ketika dikonfirmasi tadi malam menegaskan, Markus tidak lagi menjadi kader Partai Hanura sejak Februari 2018 lalu.

"Markus bukan lagi kader Hanura dan ada surat pemberhentiannya. Hanura sudah mengajukan calon untuk wakil bupati dan telah diusulkan ke DPP Hanura. Belum ada yang direkomendasikan oleh DPP, tinggal mengunggu rekomendasi dari DPP," katanya.

"Kalau ketua DPC Hanura anak almarhum (Parhan Ali), Arief, tapi menunggu kebijakan DPP. Kita serahkan keputusannya di DPP, mungkin dua nama yang akan diusulkan," imbuhnya.

Ketua DPW PAN (Partai Amanat Nasional) Provinsi Babel Patrianusa Sjahrun saat dikonfirmasi menuturkan, sebelum mengusulkan nama-nama yang akan diusulkan, pihaknya akan melakukan beberapa evaluasi terlebih dahulu.

"Karena waktu yang mepet, maka kita berharap partai koalisi bisa segera memenuhi isi jabatan wakil Bupati Bangka Barat. Ada sih beberapa nama yang kami siapkan, tapi nanti akan diplenokan dulu baru diusulkan ke DPP. Kita berharap, bupati nanti tidak bertele-tele soal pengganti wakil bupati," ujarnya.

Ia pun berharap, partai koalisi dapat duduk satu meja membahas perihal tersebut, guna mengingat  proses pecalonan mengusung Parhan-Markus.

"PAN saat itu mengusung kader PDIP dan Hanura. Harusnya ini jatah PAN. Tapi, tapi ini masih melihat kepentingan disana dan stabilitas politik yang terjadi di Bangka Barat. PAN sudah menyiapkan calonnya," tandasnya. (*)

penulis:

Komentar Via Facebook