Wawancara Lengkap, Alasan Marshal Laporkan dua Calon DPD RI ke Bawaslu hingga ke DKPP
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Wawancara Lengkap, Alasan Marshal Laporkan dua Calon DPD RI ke Bawaslu hingga ke DKPP

Wawancara Lengkap, Alasan Marshal Laporkan dua Calon DPD RI ke Bawaslu hingga ke DKPP
Bawaslu Babel menggelar sidang adjudikasi dugaan pelanggaran pemilu, Jumat (8/3/2019). (Wartabangka.com)

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG— Marshal Imar Pratama, melaporkan dua calon DPD RI dapil Babel yakni Alexander dan Bahar Buasan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Propinsi Kep. Bangka Belitung.

Sidang adjudikasi agenda pembacaan yang digelar oleh Bawaslu Babel, Jumat (8/3/2019)  tanpa dihadiri terlapor akhirnya diputuskan akan dilanjutkan ke sidang kedua.

Sidang kedua yang direncanakan, Rabu (13/3/2019) dengan agenda pembacaan aduan pelapor Marshal di muka sidang.

Lalu bagaimana hingga Marshal melaporkan dua calon DPD RI asal Babel ini, simak wawancara langsung wartawan wartabangka.com;

* Apa sebenarnya latar belakang atau motivasi anda melapor dua calon DPD RI ini ke Bawaslu? Dan apa yang anda inginkan dari melaporkan dua calon DPD RI ini ?

Ini banyak yang dilontarkan oleh media. Di Babel ini terkenal warga yang tidak kawa nyusah. Saya hadir disini sebagai warga yang kawa nyusah.

Setidaknya ada banyak diantara warga dak kawa nyusah untuk melaporkan hal-hal seperti ini. Ada warga yang siap hadir untuk mengawasi pemilu yang adil dan damai di Babel ini.

* Apa yang anda inginkan sehingga melaporkan dua calon DPD ini ? Padahal mereka kan tidak mengganggu anda sebagai warga, lalu apa yang salah dari mereka ini ?

Begini. Aturan yang sudah dibuat dan disepakati bersama harusnya dijalankan bersama pula. Tidak elok rasanya aturan yang sudah dibuat bersama, disepakati bersama, lalu dilanggar bersama.

Saya beranggapan aturan yang dibuat ini supaya lebih baik proses pemilu dan kampanye. Dengan saya melaporkan in biar mereka ke depan tidak melanggar aturan, tapi menjalankan aturan yang sudah dibuat.

* Dalam sidang adjudikasi, Bawaslu sudah membacakan putusannya. Laporan yang anda sampaikan sudah memenuhi memenuhi syarat unsur formil dan materil. Nah, bagaimana tanggapan Anda sendiri terkait hasil sidang adjudikasi hari ini ?

Cukup puas dengan hasil sidang hari ini. Sebagai warga negara dan juga masyarakat Bangka Belitung, proses sidang ini harus kita awasi.

Dalam hal mengawasi, saya rasa tidak cukup dengan kehadiran saya sebagai pelapor saja. Kita harus juga melibatkan instansi lainnya dalam hal pengawasan.

* Untuk  melaporkan perkara ini, apa saja yang sudah anda lakukan? Apakah laporan anda hanya sampai disini saja, atau ada upaya lainnya agar aturan bisa ditegakkan?

Jadi, pada hari ini juga, laporan saya ini sudah saya tembuskan suratnya ke DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu—red), kemudian ke Bawaslu RI dan KPU RI.

* Kenapa Anda harus melapor sampai kesana? Apakah laporan disini, Bawaslu Babel saja tidak cukup. Bagaimana tanggapan anda ?

Artinya mereka yang disana itu harus mengetahui bagaimana cara kerja dan kinerja anak buahnya disini. Disisi lain, saya juga mengirim surat ke KPK. Saya meminta agar KPK juga melihat atau memantau proses sidang ini danhadir disini.

Kita khawatir mungkin ada tindak pidana lainnya, yang main uang dan sebagainya. Saya inginkan di Babel ini tercipta pemilu yang adil dan damai. Itu saja.

* Anda sendiri hadir disini tanpa didampingi oleh pengacara. Kemudian pihak yang anda laporkan ternyata tidak hadir di persidangan adjudikasi. Bagaimana pendapat anda terkait ketidakhadiran dua orang terlapor ini?

Ketidak hadiran terlapor ini, saya lihat seperti menyepelekan instansi pemerintah, dalam hal ini Bawaslu. Mereka mengirim utusan ke persidangan, tapi tanpa surat mandat dari terlapor itu sendiri.

Padahal ini kan masalah yang sederhana, masalah kecil. Jadi menurut saya ini terkesan meremehkan dan menyepelekan instansi Bawaslu.

* Jelas dua terlapor tidak hadir. Sedangkan anda sendiri hadir untuk menunjukkan anda sebagai warga negara yang taat aturan. Bagaimana tanggapan anda ?

Saya sebagai warga negara dan sebagai pelapor sangat tersinggung. Harapan saya juga ketidakhadiran dua terlapor ini, instansi berwenang dalam hal ini Bawaslu harusnya juga tersinggung.

Ini adalah sidang besar. Bagian dari pesta demokrasi. Tapi terlapor malah tidak hadir. Padahal sebelumnya Bawaslu sudah menyurati mereka untuk hadir.

* Apa harapan anda selanjutnya dari kasus yang dilaporkan ini?

Saya harapkan sidang ini terus berjalan. Berjalan dengan baik dan sesuai dengan aturannya. Pihak-pihak terkait seperti terlapor dan saksi-saksi disidang selanjutnya dapat kooperatif hadir ke persidangan.

Kita bukan untuk menunjukkan apa-apa. Tapi kasus ini dapat menjadi pelajaran dan contoh-contoh bagi kita cara berdemokrasi yang benar dan sesuai dengan aturan.

Saya juga mengharapkan dapat bekerja dengan baik dan memberikan putusan sesuai dengan aturannnya. Terima kasih. (*)

 

penulis:

Komentar Via Facebook