24 Maret-13 April Iklan Media dan Kampanye Terbuka Pemilu 2019
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

24 Maret-13 April Iklan Media dan Kampanye Terbuka Pemilu 2019

24 Maret-13 April Iklan Media dan Kampanye Terbuka Pemilu 2019
Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) KPU Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Fahrurrozi. WARTABANGKA.COM/BAYU

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Peserta Pemilu 2019 diperbolehkan memasang iklan di media dan juga kampanye terbuka selama 21 hari.

Yakni, sejak 24 Maret hingga 13 April 2019.

Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) KPU Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Fahrurrozi mengatakan, penayangan iklan kampanye diperbolehkan mengacu dengan PKPU 23 Tahun 2018.

"Kita juga tahu beberapa koran lokal (Babel), punya media online, namun untuk penayangan iklannya kita batasi untuk koran saja. Kalau untuk Media Daring murni, mungkin dibatasi spesifikasi misal viewer-nya berapa, sehingga iklannya menjadi efektif," ujarnya kepada wartabangka.com, usai sosialisasi penayangan iklan kampanye, di sekretariat KPU Babel, Senin (11/3). 

Selain yang difasilitasi oleh KPU lanjutnya, peserta pemilu dapat berkampanye selama 21 hari secara mandiri, yang dibiayai oleh peserta.

Adapun yang difasilitasi oleh KPU Babel yakni, untuk tingkat provinsi hanya Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, sedangkan KPU RI memfasilitasi partai politik serta calon presiden dan calon wakil presiden.

"Partai politik, calon presiden dan calon wakil presiden dan DPD, bisa memasang iklan secara mandiri, dengan ketentuan yang ada. Misal, di media siber, ukurannya ada, statis tidak boleh bergerak, lalu spefisikasinya 72 dpi. Untuk televisi, minimal dengan High Definition (HD), untuk media cetak juga ada ukurannya," imbuhnya.

Kendati bebas berkampanye, namun peserta pemilu yang akan memasang iklan di media tetap mengacu pada PKPU 23 Tahun 2018.

Diantaranya, tidak boleh mempersoalkan dasar negara, dasar-dasar negara, tidak boleh menghujat, provokasi, menggiring opini yang mengarah kepada perpecahan maupun tidak diperbolehkan menyerang secara personal.

"Kami berharap, untuk DPD segera menyampaikan kepada kami desain, sebelum masa tenggang waktu 19 Maret 2019. Karena kita agar punya waktu untuk meneliti jenis iklannya. Selain itu, masih ada waktu jika ada yang perlu diperbaiki. Kepada peserta pemilu, manfaatkanlah kesempatan ini secara bijak," harapnya. (*)

penulis:

Komentar Via Facebook