Dua Kali Caleg DPD RI Ini Tak Hadiri Sidang, Marshal: Mereka Menyepelekan Lembaga Bawaslu
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Dua Kali Caleg DPD RI Ini Tak Hadiri Sidang, Marshal: Mereka Menyepelekan Lembaga Bawaslu

Dua Kali Caleg DPD RI Ini Tak Hadiri Sidang, Marshal: Mereka Menyepelekan Lembaga Bawaslu
Pelapor Marshal Imar Pratama, yang melaporkan dugaan pelanggaran dua Caleg DPD RI daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Bahar Buasan dan Alexander Fransiscus ke Bawaslu Babel. Ia mengaku kecewa, atas ketidakhadiran kedua Caleg DPD RI tersebut. WARTABANGKA.COM/EDI

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Dua Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Bahar Buhasan dan Alex Fransiscus, kembali mangkir untuk kedua kalinya dari sidang yang digelar oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Babel.

Akibatnya, sidang ajudikasi yang rencananya digelar oleh Bawaslu Babel pada Rabu (13/3) pagi, akhirnya ditunda hingga hari Senin (18/3) mendatang.

Pihak pelapor, Marshal Imar Pratama mengaku kecewa atas ketidakhadiran kedua Caleg DPD RI tersebut.

"Karena pada pertemuan pertama, sudah disampaikan juga bahwa ketidakhadiran mereka itu inkonstitusional. Dan sama halnya untuk kehadiran kedua, tidak dibenarkan juga," katanya kepada wartabangka.com, usai ditundanya sidang tersebut.

Dirinya menilai, sidang yang kedua ini terkesan dianggap sepele oleh kedua Caleg tersebut

"Ini adalah pertemuan yang kedua dan pertemuan yang kedua ini adalah pertemuan yang "selenge'an" lah kalau menurut saya," ungkapnya.

"Kalau menurut saya, disini adalah menyepelekan lembaga marwah dari Bawaslu itu sendiri," tambahnya.

Ia menegaskan, dalam hal ini dirinya tidak mempunyai kepentingan tertentu.

Dirinya hanya meminta kepada kedua Caleg tersebut agar dapat mengikuti sidang yang digelar oleh Bawaslu.

"Artinya real datanya seperti ini, mereka cukup mengatakan ya atau tidak. Mereka kan saat ditanya oleh penyidik dari Bawaslu, ya atau tidak, bener nggak acara ini, kan selesai," tandasnya. (*/DEI)

penulis: DEI

Komentar Via Facebook