Gerah Dituduh Terlibat PKI, Presiden Jokowi Imbau Masyarakat Berpikir Rasional
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Gerah Dituduh Terlibat PKI, Presiden Jokowi Imbau Masyarakat Berpikir Rasional

Gerah Dituduh Terlibat PKI, Presiden Jokowi Imbau Masyarakat Berpikir Rasional
Presiden Jokowi saat penyerahan Sertifikat Tanah di GOR Sahabuddin, Kamis (14/3)

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG -- Presiden RI, Joko Widodo mengungkapkan keresahannya terhadap banyaknya berita hoak yang menyangkut dirinya di media sosial. Salah satu berita yang menyebut dirinya terlibat dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Ada lagi isu mengatakan Presiden Jokowi itu PKI," katanya saat berkunjung ke GOR Sahabudin, Kamis (14/3).

Jokowi menegaskan, bahwa PKI dibubarkan sekitar tahun 1965, sementara pada saat itu usianya baru menginjak empat tahun.

"PKI itu dibubarkan tahun 1965-1966, saya lahir tahun 1961, jadi umur saya baru empat tahun, masih balita, jadi nggak ada PKI balita itu," terangnya.

Oleh sebab itu, dirinya meminta, kepada masyarakat agar tidak mudah termakan isu terutama di media sosial yang banyak menampilkan gambar fiktif.

"Gambar ini salah satunya, namanya DN Aidit, Ketua PKI, pada saat itu, ia pidato pada tahun 1955, saat pemilu, lah kok saya ada didekatnya," imbuhnya.

Dengan demikian, dirinya mengajak masyarakat untuk berpikir secara rasional dalam menghadapi berita-berita hoak yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

"Marilah kita menggunakan akal pikiran sehat kita untuk melihat hal-hal seperti ini, jangan sampai memecah belah kita semuanya karena kabar bohong, hoak, fitnah yang banyak sekali di media sosial," ajaknya. (*/DEI)

penulis: DEI

Komentar Via Facebook