Proyek Embung Rp123 Menjadi Sorotan Komisi III DPRD Babel
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Proyek Embung Rp123 Menjadi Sorotan Komisi III DPRD Babel

Proyek Embung Rp123 Menjadi Sorotan Komisi III DPRD Babel
Proyek embung yang menyedot anggaran sebesar Rp123 milliar di Belitung ini, menjadi sorotan Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). (IST)

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG – Kegiatan dari Kementrian SDA di Belitung mendapat perhatian dari DPRD Bangka Belitung.

Melalui Komisi III, proyek embung dengan nilai Rp123 Milliar ini akan dimintai pertanggungjawaban oleh DPRD Babel. Sebagaimana dikatakan oleh Ketua Komisi III Deddi Wijaya kepada wartabangka.com, Kamis (14/3). 

“Baru berapa bulan selesai ditemukan banyak kerusakan-kerusakan. Kami sudah melaporkan itu ke Kementrian SDA, DPR RI juga kita minta untuk melakukan fungsi pengawasan di Belitung,” jelasnya.

Katanya, proyek tersebut dikerjakan oleh PT Fatimah bekerjasama dengan Bangka Cakra. Kerusakan itu sudah dibuatkan surat untuk segera diperbaiki. Namun sampai sekarang belum ada perbaikan sama sekali.

Anggota Komisi III dapil Belitung, Abdullah Ma'ruf juga menyesalkan fakta yang ditemukan di lapangan. Secara kasat mata, pembangunan embung Air Baku, Gunung Mentas, Desa Kapayang, Badau dapat dilihat beberapa kerusakan signifikan. 

“Kita lihat ada beberapa hal kasat mata talud jebol, ambrol, ada yang tidak di talud, tidak di cor, pondasi menggantung. Kita lapor ke Ketua DPRD dan komisi untuk tindaklanjuti. Kita datangi KemenPU-PR SDA.

Mereka sudah mengetahui hal ini, tapi laporan satu titik jebol dan ambrol,” urainya.

Kementerian juga sudah sampai surat ke balai besar SDA Sumbagsel di Palembang untuk tindaklanjut temuan itu. Proyek juga dinilai tidak sesuai spesifikasi teknik, dibuat asal-asalan.

“Komisi III akan meninjau tindak lanjut pembangunan ini. Kita ke lapangan 1 Maret belum ada perbaikan sama sekali,” tukasnya.

Sementara, Taufik Mardin Sekretaris Komisi III yang juga wakil rakyat dari Belitung mengatakan pembangunan itu sangat diharapkan masyarakat Belitung untuk kebutuhan air baku bersih.

“Pembangunan banyak yang tidak di talud. Kondisi talud luar biasa tidak sesuai spesifikasi. Embung tidak mungkin hanya di bangun demikian. Kita minta DPR RI komisi V mengawasi dan turun ke Belitung. Karena embung ini diharapkan masyarakat Belitung,” imbuhnya.

“Sumber air bersih sudah sulit didapatkan di Belitung ini. Kita harapkan jangan ada pembangunan dengan dana APBN dibuat asal-asalan. Harus lebih ketat pengawasan dan ada tindak lanjut serta perbaikan,” tandasnya. (*)

penulis:

Komentar Via Facebook