Soal AdSense, Google Didenda Rp 23 Triliun
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Soal AdSense, Google Didenda Rp 23 Triliun

Soal AdSense, Google Didenda Rp 23 Triliun
foto: webbingstone

WARTABANGKA.COM- Komisi Eropa menjatuhkan denda  $1,7 miliar (setara Rp23 triliun) kepada Google karena menerapkan praktik ilegal dalam bisnis perantara periklanan pada periode 2006-2016. 

"Google menyalahgunakan dominasinya untuk menghentikan situs web menggunakan pialang selain platform AdSense," kata Komisaris Persaingan Eropa, Margrethe Vestager pada konferensi pers dilansir dari Reuters, Rabu (20/3).

Dia mengatakan modus kecurangan yang dilakukan Google yaitu membuat pengiklan dan pemilik situs web memiliki lebih sedikit pilihan dan kemungkinan menghadapi harga lebih tinggi yang kemudian akan diteruskan ke konsumen.

"Penerbit tidak bisa menampilkan iklan dari kompetitor Google dalam kolom pencarian mereka. Ini memaksa penerbit untuk memberikan ruang paling bernilai bagi iklan tersebut untuk iklan dari Google. Para penerbit harus mendapatkan persetujuan tertulis dari Google sebelum membuat perubahan dalam mekanisme display iklan dari kompetitor,"kata Vestager.

Kasus iklan AdSense tersebut dipicu oleh keluhan dari Microsoft Corp pada tahun 2010. Kedua perusahaan kemudian menjatuhkan keluhan satu sama lain pada tahun 2016. 

Google mengatakan telah mengambil tindakan untuk mematuhi Komisi Eropa dalam dua kasus sebelumnya, salah satunya menyangkut sistem operasi mobile Android yang menghasilkan rekor 4,34 miliar euro tahun lalu, sementara kasus perbandingan belanja menyebabkan denda 2,42 miliar euro.

“Kami selalu sepakat bahwa pasar yang sehat dan berkembang adalah kepentingan semua orang. Kami telah membuat berbagai perubahan pada produk kami untuk mengatasi masalah komisi, " kata Wakil Presiden Senior Google Urusan Global, Kent Walker  dalam sebuah pernyataan.

"Selama beberapa bulan ke depan, kami akan membuat pembaruan lebih lanjut untuk memberikan lebih banyak visibilitas kepada para pesaing di Eropa," tambahnya.(*)

penulis:

Komentar Via Facebook