Eko Wijaya Bantah Miliki APK Ini, Bawaslu Minta Segera Laporkan
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Eko Wijaya Bantah Miliki APK Ini, Bawaslu Minta Segera Laporkan

Eko Wijaya Bantah Miliki APK Ini, Bawaslu Minta Segera Laporkan
APK yang pemasangannya melanggar aturan dan ditertibkan oleh Bawaslu. (ist)

 

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG – Bawaslu dan jajarannya menertibkan sejumlah alat peraga kampanye yang dipasang ditempat yang melanggar aturan tanpa terkecuali.

Salah APK yang terkena penertiban yakni alat peraga kampanye milik caleg DPR RI dari Partai Demokrat, Eko Wijaya.

Ketua Bawaslu Propinsi Babel, Edi Irawan mengatakan memang ada penertiban APK yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten di Bangka Belitung. Penertiban APK dilakukan di daerah yang pemasangan APK tidak sesuai aturannya.

"Memang ada dilakukan oleh kawan-kawan dari Bawaslu Kabupaten. Penertibannya dilakukan khusus untuk APK yang dipasang ditempat dilarang," kata Edi Irawan, Minggu (24/3/2019).

Terkait dengan APK milik Caleg DPR RI dari Partai Demokrat , Eko Wijaya yang ditertibkan Edi mengatakan pihak caleg sudah mengklarifikasi terkait APK nya yang ditertibkan oleh Bawaslu di sejumlah daerah.

"Mereka sudah mengklarifikasi kalau APK yang ditertibkan itu bukan milik mereka. Baik desain maupun yang masangnya mereka sendiri tidak tahu," ujar Edi Irawan.

Akan tetapi, bila Eko Wijaya Caleg DPR RI dari Partai Demokrat tersebut merasa dirugikan bisa melaporkan ke Bawaslu atau kepolisian.

"Kalau merasa terganggu dan dirugikan bisa melapor ke Bawaslu. Ini kan masuk dalam perbuatan yang tidak menyenangkan dan sudah dirugikan. Siapa yang memasangnya harus diselidiki dulu," kata Edi Irawan.

Terpisah Ketua Bawaslu Bangka Barat, Rio Febri Fahlevi juga mengakui bila ada melakukan penertiban APK. Penertiban dilakukan Kamis (21/3) di daerah yang dilarang.

"Berapa jumlah yang kita tertibkan masih kita data. Penertiban APK ini kita lakukan di daerah yang memang dilarang. Seluruh APK yang melanggar kita tertibkan," kata Rio.

Eko Wijaya saat dikonfirmasi membantah bila sudah memasang APK partai demokrat ditempat yang dilarang sebagaimana yang diberitakan. Selama ini APK yang dipasangnya sudah mengikuti aturan yang berlaku.

"Selama ini kita tetap berkoordinasi dengan KPU dan Bawaslu. Dan kita juga mentaati aturan yang ada. Kalau ada yang salah, tidak perlu Bawaslu yang menertibkan, kita langsung yang akan menertibkanya. Saya sendiri selalu mengingatkan rekan-rekan kita untuk berkoordinasi dan mentaati aturan baik desain dan pemasangan APK," tegas Eko Wijaya.

Sedangkan terkait APK yang ditertibkan oleh Bawaslu, Eko Wijaya mengaku sudah mendapatkan laporannya. Akan tetapi dari hasil pemeriksaan timnya, APK yang ditertibkan itu bukan miliknya.

Bahkan desain dan titik pemasangan APK yang ditertibkan tersebut tidak masuk dalam perencanaan timnya.

"Desain dan titik pemasangan itu sudah kita atur semuanya. Tapi yang ini setelah kita cek tidak ada dalam desain kita. Bahkan titik pemasangannya juga tidak masuk didalam perencanaan kita,” kata Eko Wijaya.

“Kita juga tidak tahu ada yang memasangnya. Ini juga sudah kita klarifikasi langsung ke Bawaslu. APK itu bukan milik kita dan bukan tim kita yang memasanganya. Nanti juga kita akan lapor," kata Eko Wijaya, yang juga Ketua DPD Partai Demokrat.

Dia mensinyalir ada pihak lain yang sengaja untuk mengganggu. Akan tetapi, saat ini Eko Wijaya belum mau mengambil tindakan atas kejadian tersebut.

“Kalau masih ada yang diluar spot kita dan diluar desain kita nanti akan kita tertibkan. Yang jelas APK itu bukan punya kita dan ini akan kita tindaklanjuti lagi,” tandas Eko Wijaya. (*)

penulis:

Komentar Via Facebook