Dua Calon DPD RI Ini Diputuskan Bersalah, Ini Hukuman yang Dijatuhkan Bawaslu
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Dua Calon DPD RI Ini Diputuskan Bersalah, Ini Hukuman yang Dijatuhkan Bawaslu

Dua Calon DPD RI Ini Diputuskan Bersalah, Ini Hukuman yang Dijatuhkan Bawaslu
Dua Calon DPD RI daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Alexander Fransiscus dan Bahar Buasan saat mengikuti sidang putusan dugaan pelanggaran administrasi, di sekretariat Bawaslu Babel, Senin (25/3). Keduanya diputuskan bersalah dan mendapatkan sanksi berupa teguran secara tertulis. WARTABANGKA.COM/BAYU

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Majelis Sidang Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah memutuskan, dua calon DPD RI, Alexander Fransiscus dan Bahar Buasan dinyatakan bersalah dalam siding yang digelar Senin (25/3/2019).  

Dari bukti-bukti yang ada dan keterangan saksi, keduanya secara sah dan terbukti telah melakukan pelanggaran administrasi Pemilu 2019.

Atas keputusan tersebut, kedua Caleg DPD RI Alexander Fransiscus dan Bahar Buasan mendapatkan sanksi berupa teguran secara tertulis.

Ketua Majelis Sidang, Jafri mengatakan, hasil keputusan rapat pleno tersebut berdasarkan fakta-fakta persidangan, keterangan dari para saksi dan bukti.

"Berdasarkan fakta-fakta persidangan dan keterangan-keterangan saksi, lembaga-lembaga terkait dan bukti yang kami periksa selama dalam menangani proses ini," katanya kepada sejumlah awak media seusai sidang, Senin (25/3)

Selain itu, dijelaskannya, keputusan tersebut sesuai dengan Per Bawaslu No. 8 Tahun 2018 dan UU No.7 tahun 2017.

"Setelah 14 hari kerja kami menangani laporan ini terkait sesuai dengan Pasal 36 per Bawaslu No.8 tahun 2018 dan Undang-Undang-Undang No.7 Pasal 461 tahun 2017," ujarnya.  

Dikonfirmasi terkait putusan Bawaslu yang menyatakan dia melanggar, Alexander Fransiscus mengatakan, dirinya menghormati hasil sidang yang telah diputuskan oleh majelis sidang.

"Kita menghormati keputusan sidang karena dari kemarin kita kooperatif terus mengikuti sidang," ucapnya.

"Tentunya pada hari ini, sidang tersebut sudah memutuskan bahwa kita kena sanksi administratif," sambungnya.

Dirinya berharap, hal ini dapat dijadikan pelajaran bagi dirinya maupun calon lainnya agar tak mengulangi kesalahan tersebut.

"Yang dipetik dari kejadian ini, kita belajar lah, kita saling belajar satu sama lain, dan termasuk calon-calon lain, harapannya gitu," pungkasnya (*/DEI)

penulis: DEI

Komentar Via Facebook