Hasil ​Uji Laboratorium BKIPM, Ternyata di Babel Banyak Ikan Bercacing
Banner DPRD Babel Panwascam Bawaslu Bateng
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Hasil ​Uji Laboratorium BKIPM, Ternyata di Babel Banyak Ikan Bercacing

Hasil ​Uji Laboratorium BKIPM, Ternyata di Babel Banyak Ikan Bercacing
Petugas Laboratorium BKIPM menunjukkan hasil uji sampel ikan, Rabu (10/4).WARTABANGKA.COM/LUR

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG- Beberapa hari terakhir, warganet di Bangka Belitung (Babel), dihebohkan dengan temuan ikan yang mengandung cacing. Dari hasil uji sampel ikan yang dilakukan oleh Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Pangkalpinang, ternyata ikan bercacing ini tersebar di perairan wilayah Babel.

"Sejak sepekan kami sudah mulai ambil sampel ikan di beberapa kabupaten termasuk Belitung, di Sungailiat, Bangka Selatan dan Pangkalpinang dan hasilnya positif mengandung cacing anisakis, yang positif ada 16 sampel," kata Kasubsi Tata Pelayanan yang membawahi laboratorium BKIPM Pangkalpinang, Hasbullah, Rabu (10/4).

Dia merinci, beberapa ikan yang diuji sampel dan mengandung cacing diantaranya adalah ikan kerisi, lajang, dencis, gulama, ciu, parang, selanget dan bawal putih.

"Pagi tadi, yang dilakukan uji sampel ada masuk ikan dari Bangka Tengah dan hasilnya negatif dari delapan sampel," imbuhnya.

Ikan yang masuk uji sampel, dia menerangkan, dilakukan pembedahan dan melihat adakan cacing yang umumnya terdapat pada bagian perut, setelah dilihat terdapat ikan kemudian dilihat melalui mikroskop untuk menentukan jenis cacing.

"Setelah di cek, jenis cacing yang bersarang pada tubuh ikan ini adalah cacing anisakis, yang berbentuk seperti benang, berwarna putih hingga cream, terlihat sangat halus 8-20 milimeter," rincinya.

Dia menilai, ikan bercacing ini sebetulnya hal yang lumrah, karena rantai makanan dan terjadi pada musim-musim tertentu.

"Sebenarnya hal yang lumrah pada ikan laut, tapi kemudian menjadi heboh karena estetika kurang sedap di pandang mata," jelasnya.

Namun demikian, dia berharap masyarakat tidak panik dan jangan enggan mengkonsumsi ikan karena adanya cacingnya anisakis ini.(*/LUR) 

penulis: LUR

Komentar Via Facebook