Ratusan Mahasiswa di Babel Ajak Masyarakat Tolak Politik Uang 
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Ratusan Mahasiswa di Babel Ajak Masyarakat Tolak Politik Uang 

Ratusan Mahasiswa di Babel Ajak Masyarakat Tolak Politik Uang 
Mahasiswa yang ikut dalam gugus pengawasan “Gerakan Masyarakat Anti Politik Uang, Minggu (14/4). (IST)

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG -Sebanyak 200-an mahasiswa dari tujuh perguruan tinggi se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) turun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat  bekerja sama dengan Bawaslu Babel dalam gugus pengawasan bernama  “Gerakan Masyarakat Anti Politik Uang, Minggu (14/4). 

Tujuh perguruan tinggi itu yakni Universitas Bangka Belitung, STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung, STISIPOL Pahlawan 12 Sungailiat, STIE IBEK, STIH Pertiba, IAIN SAS Bangka Belitung dan Akademi Manajemen Belitung. Sosialisasi dilaksanakan selama masa tenang pada tanggal 14 -16 April 2019.

Sosialisasi Gerakan Masyarakat Anti Politik Uang ini digelar pada masa tenang, dikarenakan masa tenang adalah masa yang paling rawan dalam pesta demokrasi Pemilu 2019 dan rentan terhadap adanya politik uang.Bawaslu Babel ingin mahasiswa turun langsung ke lapangan bersosialisasi dengan masyarakat mengenai bahaya politik uang serta materi lainnya.

Anggota Bawaslu Babel, Andi Budi Yulianto mengatakan masa tenang sudah berlangsung dari hari ini (14/3) sampai tanggal 16 April 2019 nanti dan pihaknya sudah memetakan  ada kerawanan pada tahapan khususnya masyarakat yang belum mengetahui dampak buruk dari politik uang dan pemberian materi lainnya untuk mempengaruhi pemilih pada Pemilu 2019.

“Kerawanan pada masa tenang ini bisa meliputi kampanye masa tenang, politik uang. Kami berupaya melakukan pencegahan secara maksimal dalam gerakan yang melibatkan mahasiswa terutama pada daerah yang memiliki kontestasi tinggi meliputi jumlah peserta pemilu dan calegnya banyak dalam satu desa/kelurahan, karena dimungkinkan bisa berpotensi adanya kontestasi yang tidak sehat juga,"kata Andi. 

Untuk diketahui bersama bahwa politik uang pada masa tenang dapat dikenakan sanksi pidana pemilu sebagaimana dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 pada Pasal 523 ayat (2) yaitu politik uang untuk masa tenang dengan sanksi pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak Rp48.000.000,00.

Menurut Andi, mahasiswa harus mampu menggerakan hati masyarakat untuk menolak segala bentuk pemberian uang dan barang dan melaporkannya kepada pengawas pemilu terdekat yang sudah mendapatkan nomor yang bisa dihubungi. 
 
Terlebih, Bawaslu  tidak mau masyarakat sampai menjadi korban sebagai yang  membagikan uang atau pemberian materi lainnya, karena jika itu terjadi khususnya di hari H maka dapat dikenakan pidana pemilu sebagaimana pada pasal 523 ayat (3) yaitu Setiap orang yang dengan sengaja pada hari pemungutan suara menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada pemilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya atau memilih peserta pemilu tertentu, dipidana dengan pidana penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp36.000.000.

Selanjutnya, mahasiswa dalam kegiatan itu  juga akan diikutsertakan dalam Patroli Pengawasan Pemilu selama masa tenang, agar mahasiswa juga mengetahui bagaimana proses pemilu dan paham dengan potensi pelanggaran pemilu sehingga dapat melakukan pencegahan kepada orang sekitarnya. "Harapan Bawaslu Babel pada Pemilu 2019 dapat berjalan sukses, lancar, dan potensi pelanggaran dapat dicegah salah satunya politik uang,"harap Andi.(*/rls)

penulis:

Komentar Via Facebook