KPU Pangkalpinang Anggarkan Rp1,6 Juta Tiap TPS, Ini Ketentuannya  
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

KPU Pangkalpinang Anggarkan Rp1,6 Juta Tiap TPS, Ini Ketentuannya  

KPU Pangkalpinang Anggarkan Rp1,6 Juta Tiap TPS, Ini Ketentuannya  
Divisi Teknis KPU Kota Pangkalpinang, Yusmayadi

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pangkalpinang menganggarkan dana untuk pembuatan Tempat Pemungutan Suara (TPS)  sebesar Rp1,6 juta. Jumlah ini naik 100 persen dibandingkan dengan penyelenggaraan Pilkada tahun 2018 yaitu Rp800 ribu. 

"Namun angka 1,6 juta itu dengan sejumlah keperluan yang harus disiapkan. Harus memuat saksi dan pemilih, ukuran 8 kali 10 meter setiap TPS. Sebelumnya hanya 800 ribu, tapi banyak yang harus disiapkan mulai dari triplek, kursi, meja dan lampu,”kata Divisi Teknis KPU Kota Pangkalpinang, Yusmayadi kepada wartabangka.com, Senin (15/4).

Dia menambahkan pihaknya sudah melakukan pemantauan di sejumlah TPS di Kota Pangkalpinang. Dari ratusan TPS yang ada di Kota Pangkalpinang katanya secara teknis sudah 50 persen  berdiri hanya tinggal melengkapi sejumlah kebutuhan TPS.

“Pantauan kami sudah beberapa TPS dalam kondisi sudah didirikan tendanya. Gotong royong membersihkan area dan mendirikan tenda. Besok mulai terbentuk wujud TPS-nya. Biasanya akan diselesaikan pada malam menjelang hari-H,”jelas Yusmayadi.

Sedangkan, menurut Yusmayadi untuk honor ketua KPPS sama seperti Pilkada 2018 lalu yaitu Rp550 ribu dan anggota Rp500 ribu. Untuk itu, ia meminta masyarakat tidak menuduh KPPS dan anggota melakukan kecurangan mengingat beratnya tugas yang diemban.

“Saya imbau masyarakat dan peserta pemilu mari berfikir positif kepada petugas TPS. Banyak tidak bersedia dalam rekrutmen ini dan hal itu sempat menjadi hambatan kita,” imbuhnya.

Disisi lain, Yusmayadi meminta masyarakat yang sudah mendapat formulir undangan atau C6 dapat menggunakan hak pilihnya di TPS mulai dari  pukul 07.00-13.00 WIB. Sementara, bagi warga yang tidak terdaftar di DPT tapi memiliki e-KTP atau surat keterangan masih bisa memilih sesuai alamat yang tertera di identitas.
 
"Bagi pemilih yang memilih dengan e-KTP, nereka dapat menggunakan hak suaranya dimulai pukul 12.00 keatas dengan konsekuensi sepanjang ketersedian surat suara masih ada di TPS," katanya. (*/) 

penulis:

Komentar Via Facebook