KPU Pangkalpinang Cek Data Pemilih di RSUD Depati Hamzah 
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

KPU Pangkalpinang Cek Data Pemilih di RSUD Depati Hamzah 

KPU Pangkalpinang Cek Data Pemilih di RSUD Depati Hamzah 
Anggota KPU Kota Pangkalpinang Divisi Teknis, Yusmayadi

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - KPU Pangkalpinang melakukan pemeriksaan data pemilih bagi perawat dan dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah, Selasa (16/4). Pendataan dilakukan untuk melihat apakah pemilih masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). 

"Informasi awal ada satu ruangan di situ ada perawat, terutama banyak yang dokter. Yang sudah dilaporkan kepada saya tadi berkisar antara 12-20 pemilih," kata Anggota KPU Kota Pangkalpinang Divisi Teknis, Yusmayadi di Kantor KPU Kota Pangkalpinang, Selasa sore.

Setelah didata, kata dia, nantinya dapat dilihat pemilih tersebut terdaftar sebagai pemilih di daerah mana saja, apakah masuk DPT di Semabung atau DPTb dari wilayah lain. Hal tersebut, menurutnya sangat penting, karena menyangkut ketersediaan surat suara di TPS.

Selain itu, dia meminta kepada petugas PPS yang melakukan pendataan untuk menyampaikan informasi kepada petugas atau dokter jaga jika memungkinkan dapat mencoblos sesuai dengan alamat TPS nya.

"Kalau masih dimungkinkan, petugas yang bertugas di rumah sakit keluar sebentar untuk meninggalkan kantor, dipersilahkan untuk memilih sesuai alamat TPS," ujar Yusmayadi. 

Namun, jika tidak memungkinkan untuk meninggalkan tugas, menurut dia, pihaknya akan mengakomodir para petugas tersebut untuk melakukan pencoblosan di rumah sakit.

"Nanti petugas dari Kelurahan Semabung akan mendatangi rumah sakit, membawa surat  suara, kebutuhan kelengkapan TPS lainnya, alat coblos, plastik, kotak suara yang dibuat, bekerjasama dengan kepolisian, pengawas TPS dan saksi," urainya. (*/DEI)

penulis: DEI

Komentar Via Facebook