Soal Kekurangan Surat Suara di Sejumlah TPS, Ini Tanggapan Ketua KPU Pangkalpinang 
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Soal Kekurangan Surat Suara di Sejumlah TPS, Ini Tanggapan Ketua KPU Pangkalpinang 

Soal Kekurangan Surat Suara di Sejumlah TPS, Ini Tanggapan Ketua KPU Pangkalpinang 
Ketua KPU Pangkalpinang, Penti

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG- Ketua KPU Kota Pangkalpinang, Penti mengatakan adanya warga Kota Pangkalpinang yang tidak mendapatkan C6 dan warga memilih yang menggunakan e-KTP namun tidak bisa menggunakan hak suaranya, dikarenakan jumlahnya cukup banyak sementara itu ketersediaan surat suara cadangan hanya 2 persen setiap TPS.

“Adanya pemilih yang sempat ribut-ribut mereka ini tidak terdaftar dimanapun dan memilih menggunakan KTP dan pemlih yang menggunakan KTP waktunya sangat singkat mulai pukul 12.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB. Ketentuannya mereka ini bisa memilih jika ketersedian surat suara masih ada, kalau hanya dua persen surat suara cadang per TPS paling ada dua hingga tiga lembar surat suara yang lebih, sedangkan pemilih yang menggunakan KTP membludak,” kata Penti kepada wartabangka.com, Rabu (17/4).

Menurut dia, jika pemilih yang menggunakan e-KTP membludak 10 hingga 20 pemilih dan tidak terlayani di TPS tersebut, maka solusinya pindah ke TPS terdekat tapi kemungkinan TPS terdekat juga mengalami hal yang sama.

“Pemilih menggunakan KTP membludak dan kebanyakan yang datang menggunakan KTP dan mendaftar jam 12 siang. Kami dapat laporan secara global belum tahu di TPS mana kejadiannya. Kejadian ini ada di TPS di daerah Rangkui, Gerunggang dan Gabek,” ujar Penti.   

Sementara itu, Divisi Pengawas, Humas dan Hubal Bawaslu Pangkalpinang, Luksin Siagian menegaskan, berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi, KPU sebagai penyelenggara pemilu harus memastikan semua yang terdaftar di DPK setiap TPS harus bisa menggunakan hak pilihnya. 

“Kami juga sudah meminta dan koordinasi dengan PPK dan pengawasan kecamatan daftarkan dulu pemilih hingga pukul 13.00 WIB, masalah ketersediaan surat suara kita minta KPU bisa melayani. Jika kekurangan surat suara bisa pindah ke TPS terdekat,” kata Luksin. 

Lebih lanjut Luksin mengatakan, ada laporan masyarakat yang sudah ada yang masuk  ke Bawaslu mengenai ada beberapa pemilih yang menggunakan E-KTP tidak bisa memilih. Meskipun TPS sudah ditutup pemilih yang menggunakan E-KTP tetap dilayani jika sudah terdaftar di daftar hadir.

“TPS yang kekurangan surat suara ini bisa diambil dari TPS terdekat, kalau tidak ada di TPS terdekat bisa diambil dari desa atau kelurahan terdekat ataupun kecematan sesuai dengan dapil . Bagi pemilih selagi masih terdaftar di daftar hadir diperbolehkan untuk memilih meskipun suah lewat pukul 13 WIB.Kami pastikan yang sudah terdaftar di daftar hadir bisa menggunakan hak pilihnya sesuai dengan ketersedian suarat surat,” pungkas Luksin. (*/)

penulis:

Komentar Via Facebook