Davitri Imbau Masyarakat Tunggu Hasil Hitungan Resmi KPU
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Davitri Imbau Masyarakat Tunggu Hasil Hitungan Resmi KPU

Davitri Imbau Masyarakat Tunggu Hasil Hitungan Resmi KPU
Ketua KPU Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Davitri. WARTABANGKA.COM/BAYU

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Hasil hitung cepat (quick count) untuk sementara sudah dikeluarkan sejumlah lembaga survei dengan keunggulan pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Maaruf Amin atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

Menanggapi hal itu, Ketua KPU Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Davitri mengharapkan masyarakat dapat bersabar menunggu hasil perhitungan resmi dari KPU termasuk untuk perolehan suara caleg DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi hingga DPRD kabupaten dan kota.

"Menyikapi Quick Count, kita dari KPU minta masyarakat untuk bersabar. Karena hasil yang resmi dari KPU akan dilakukan pleno secara berjenjang dan itu menjadi dasar dari hasil penghitungan surat suara," kata Davitri kepada wartabangka.com, Rabu malam (17/4). 

Selain itu, Davitri juga meminta kepada masyarakat untuk menjaga ketertiban, keamanan dan tidak terpicu dengan persoalan yang dapat menimbulkan perpecahan. 

Dalam kesempatan itu, dia membantah perihal kurangnya jumlah surat suara di sejumlah TPS. Menurutnya, pendistribusian surat suara suda sesuai dengan aturan dan sesuai dengan DPT, ditambah dua persen untuk pemilih khusus.

"Jauh-jauh hari sudah kita sampaikan, apabila tidak terdaftar di DPT, bisa menggunakan KTP elektronik. Namun jika habis, bisa di TPS yang ada di desa maupun di wilayah tersebut. Kita intinya mengapresiasi partisipasi dan antusiasme dari masyarakat untuk memilih dalam Pemilu 2019," imbuhnya.

Davitri menambahkan dari  laporan terakhir yang ia terima, daerah yang paling banyak warga yang tidak bisa memilih ada di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka. 

"Ada beberapa pemilih di sejumlah TPS tidak bsia menggunakan hak pilihnya karena ketersediaan surat suara. Kemudian ada juga yang datang menyampaikan persoalan ini ke kantor KPU dan ada juga yang tidak berdomisili di luar Bangka. Tadi sudah kita sampaikan itu tidak bisa dilakukan," jelasnya. 

Meski belum mengetahui secara detail angka partisipasi pemilih, namun pihaknya meyakini pemilih yang menggunakan haknya diatas 77,5 persen. 

"Kami yakin partisipasi diatas 77,5 persen, mengingat dari jumlah pemilih yang tidak bisa mencoblos dan habisnya surat suara untuk pemilih tambahan," pungkasnya. (*)

penulis:

Komentar Via Facebook