Bantah Lakukan Penganiayaan, Ketua DPC PDIP Bangka Barat Beri Klarifikasi
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Bantah Lakukan Penganiayaan, Ketua DPC PDIP Bangka Barat Beri Klarifikasi

Bantah Lakukan Penganiayaan, Ketua DPC PDIP Bangka Barat Beri Klarifikasi
Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Bangka Barat, Ariyanto didampingi Ketua PAC PDIP Muntok , Yustiana saat memberi klarifikasi terkait dugaan penganiayaan di Kantor DPC PDIP Babar, Kamis pagi (18/4 ). (Wartabangka.com)

WARTABANGKA.COM, MUNTOK- Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bangka Barat, Ariyanto membantah telah melakukan penganiayaan  terhadap seorang warga pada Rabu malam (17/4).

Menurut  Ariyanto, tidak ada pemukulan dan dia hanya mentowel kepala warga bernama Yudha yang memaksa meminta data C1 Pemilu itu di Kantor DPC PDIP Bangka Barat. 

Kepada wartawan di Kantor DPC PDIP Babar, Kamis pagi ( 18/04/2019 ) didampingi Ketua PAC PDIP Muntok, Yustiana, dia membeberkan kronologis kejadian yang sebenarnya.

Malam itu, dirinya berkeliling ke TPS di Bangka Barat untuk meminta data C1, namun di perjalanan, ia tiba -tiba di telepon untuk ke Kantor DPC PDIP Bangka Barat karena ada masalah.

"Ketika saya tiba di lokasi, saya lihat sudah ada sekelompok massa dan saya langsung  suruh bubar dan usir. Setelah beberapa kali saya bilang, mereka tidak juga bubar. Saya tidak memukul atau menganiaya, saya hanya memegang kepala salah salah seorangnya dan menjeplaknya sekali. Tidak ada pemukulan bertubi-tubi. Tidak ada,"jelas Ariyanto.

Mengenai senjata tajam yang disebut-sebut ada di lokasi kejadian, Ariyanto menjelaskan bahwa dirinya tidak membawa senjata tajam seperti yang di laporkan. Dia menegaskan, senjata tajam jenis parang tersebut, di bawa  oleh supirnya untuk memotong kayu di Kantor DPC PDIP Bangka Barat. 

Supir Ariyanto, Deki Andreansyah membenarkan  parang itu untuk memotong kayu yang ada di Kantor DPC PDIP Bangka Barat.

"Yang membawa senjata tajam tersebut  saya, tetapi untuk memotong kayu. Kemudian, parang itu saya titipkan ke Bu Mery untuk dibawa ke dalam kantor. Kalau diambil paksa pasti ada yang luka. Tapi ini kan tidak ada yang luka," kata Deki.  
 
Dalam kesempatan itu, Ketua PAC PDIP Muntok, Yustiana  yang pada saat kejadian ada di tempat kejadian menerangkan, Yudha bersama kelompoknya sudah beberapa kali datang ke kantor untuk meminta data C1 Pemilu 2019.

“Sudah beberapa kali datang dan Yudha bersama teman-temannya meminta data C1. Saya waktu itu diam karena fokus dengan pekerjaan saya. Saya tidak ngomong apa-apa. Waktu itu saya memang sibuk dan data  C1 memang belum ada,” ujar Yustiana.(*) 
 

penulis: Sendi

Komentar Via Facebook