Uji Sampel Takjil, BPOM Pangkalpinang Temukan Kue Apem Mengandung Rhodamin  
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Uji Sampel Takjil, BPOM Pangkalpinang Temukan Kue Apem Mengandung Rhodamin  

Uji Sampel Takjil, BPOM Pangkalpinang Temukan Kue Apem Mengandung Rhodamin  
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil bersama Kepala BPOM Pangkalpinang, Hermanto saat meninjau pedagang takjil di Pasar Pagi, Jumat sore (10/5).WARTABANGKA.COM/DEI

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Pangkalpinang menemukan satu sampel kue apem yang positif mengandung Rhodamin B dalam uji sampel 82 jenis takjil buka puasa.

Sampel takjil tersebut diambil petugas untuk diuji laboratorium dari sejumlah pedagang yang tersebar di seluruh kecamatan di wilayah Kota Pangkalpinang. 

"Satu sampel itu memang masih kita temukan mengandung bahan berbahaya Rhodamin B, sampel itu ada di kue apem," kata Kepala BPOM Pangkalpinang, Hermanto kepada wartawan usai melakukan uji sampel makanan di Pasar Pagi, Jumat sore (10/5).

Dia menjelaskan, bahan berbahaya tersebut apabila dicampur kedalam makanan dan dikonsumsi. Dalam jangka waktu lama, tegas dia, akan menyebabkan penyakit kanker.

"Karena efeknya nanti, nggak langsung memberikan efek, karena efeknya dalam jangka panjang, sekitar 5-10 tahun, itu akan terjadi kasus-kasus penyakit seperti kanker," ujarnya.

Dia menyebutkan,  Rhodamin B merupakan pewarna untuk bahan tekstil dan kertas dan bahan tersebut dilarang digunakan untuk bahan campuran makanan karena sangat membahayakan kesehatan.

Dari keterangan penjual kue, apem yang dijual merupakan titipan dari produsen. Lebih lanjut, dijelaskan dia, pihaknya telah mengambil tindakan kepada penjual dan produsen tersebut agar tidak mengulangi perbuatannya.

"Jadi dari penjual, kita juga sudah beri peringatan, pembinaan untuk tidak mengulangi lagi dan kami juga akan menelusuri dimana produsennya ini dari penitipnya tadi untuk dapat dilakukan bimbingan edukasi," terangnya.

Pada kesempatan tersebut, dia juga mengimbau kepada penjual atau produsen, selain tidak menggunakan zat-zat berbahaya dan makanan yang akan dijual kepada konsumen hendaknya harus higienis. "Artinya kebersihannya juga dijaga dari segi kesehatannya," imbaunya. (*/DEI)

penulis: DEI

Komentar Via Facebook