Satu Warga Bangka Belitung Hasilkan 2,5 Kilogram Sampah Per Hari
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Satu Warga Bangka Belitung Hasilkan 2,5 Kilogram Sampah Per Hari

Satu Warga Bangka Belitung Hasilkan 2,5 Kilogram Sampah Per Hari
Sampah yang tidak dibuang pada tempatnya, di salah satu sudut Pasar Pembangunan, Kota Pangkalpinang, Minggu (12/5). Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bangka Belitung (Babel), Eko Kurniawan menyebutkan, satu warga Babel menghasilkan 2.5 kilogram sampah setap harinya. WARTABANGKA.COM/LUR

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Sampah memang menjadi masalah yang tak kunjung bisa terselesaikan, dimana-mana tumpukan sampah menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat.

Sampah yang dihasilkan oleh masyarakat Bangka Belitung (Babel) cukup banyak, satu orang diprediksi menghasilkan 2,5 kilogram sampah setiap hari.

"Sampah yang dihasilkan masyarakat cukup banyak, prediksi sekitar 2,5 kilo sampah dari setiap orang. Kalau dikalikan satu bulan sudah berapa, dikalikan jumlah penduduk kita," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Babel, Eko Kurniawan, baru-baru ini.

Sampah-sampah ini, sebagian ada yang dipungut dan dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), sebagian ada yang dibuang sembarangan dan ada pula yang dibakar oleh masyarakat.

Sementara TPA di Parit Enam, tempat penampungan sampah sudah Overload (kelebihan beban) dan tidak maksimal lagi dalam penanganan sampah masyarakat.

"Intinya ini yang harus kita selesaikan di sumbernya, kalau bisa sampah rumah tangga ini yang dikelola agar tidak menumpuk di TPA," ulasnya.

Salah satunya, kata dia, melalui rencana PLN untuk mengelola sampah rumah tangga ini menjadi sumber listrik.

"Mudah-mudahan itu bisa berjalan dan PLN bisa menampung seluruhnya, agar sampah kita juga berkurang dan termanfaatkan," pungkasnya.

Tumpukan sampah, tak saja terjadi di TPA, namun di beberapa ruas jalanan sepi. Pasar dan tempat lainnya kerap menjadi andalan masyarakat membuang sampah, aroma tak sedap pun kian lama kian menyengat. (*/LUR)

penulis: LUR

Komentar Via Facebook