Buka Prodi Kedokteran di UBB, Direktur RSUD Soekarno: Saya Rasa Tak Cukup Rp10 Miliar
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Buka Prodi Kedokteran di UBB, Direktur RSUD Soekarno: Saya Rasa Tak Cukup Rp10 Miliar

Buka Prodi Kedokteran di UBB, Direktur RSUD Soekarno: Saya Rasa Tak Cukup Rp10 Miliar
Wagub Babel, Abdul Fatah rapat bersama instansi terkait terkait pembukaan prodi kedokteran UBB di Kantor Gubernur Babel, Senin (13/5). WARTABANGKA.COM/LUR

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG- Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. (H.C) Ir. Provinsi  Babel, Armayani Rusli mengingatkan agar rencana pengembangan program studi (prodi) kedokteran di Universitas Bangka Belitung (UBB) tidak dilakukan dengan tergesa-gesa.

"Dari rapat bersama dengan Universitas Jambi, mereka mengingatkan agar kita tidak usah tergesa-gesa, jangan seperti itu," kata Armayani dalam rapat bersama Wagub Babel membahas rencana prodi kedokteran ini, di Kantor Gubernur Babel, Senin (13/5).

Dia menerangkan, di UNJA pada waktu itu ada kebijakan pemda setiap kabupaten sumbang misalnya Rp150 juta untuk percepatan prodi kedokteran tapi tidak dianggarkan waktu pembahasan di APBD, makanya jadi temuan kemudian demikian juga dengan rekrutmen mahasiswa jadi temuan.

"Dua dekan di Jambi itu masuk penjara karena menjalankan untuk kedokteran ini, makanya mereka mengingatkan agar kita bentuk dulu panitia percepatan, baru tahapan selanjutnya," tandasnya.

Baca juga: Wujudkan Prodi Kedokteran, Pemprov Babel Jajaki Kerja Sama dengan UNJA

Oleh sebab itu, lanjut Armayani prodi kedokteran di Babel ini tak mutlak tahun depan harus menerima mahasiswa, tetapi terlebih dahulu disiapkan pondasinya.

"Kita siapkan dulu pondasinya, panitia percepatan, dosen dan infrastruktur, pemprov harus menganggarkan di APBD dan saya rasa ini tak cukup Rp10 miliar," bebernya.

Untuk tenaga pengajar, dibutuhkan dokter yang sudah spesifikasi atau S2 dan tahun depan UBB harus sudah merekrut dokter yang dijadikan dosen minimal enam orang, kalau bisa yang sudah S2 di bidang biomedic, selanjutnya migrasi dari pegawai rumah sakit atau pemprov, dinas kesehatan ke UBB dibatasi sampai usia 40 tahun. "PHL yang dokter bisa direkrut juga sebagai tenaga pengajar," imbuhnya.

Ia meyakini, Pemprov Babel, baik gubernur dan semua pejabat menginginkan agar prodi kedokteran ini cepat terealisasi, karena punya keinginan besar untuk mendirikan fakultas kedokteran. "Tapi jangan sampai rektor nya masuk penjara, kita penuhi dulu syaratnya," pungkasnya.(*/LUR)

penulis: LUR

Komentar Via Facebook