Penerimaan Siswa Baru di Babel Masih Tunggu Peraturan Gubernur
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Penerimaan Siswa Baru di Babel Masih Tunggu Peraturan Gubernur

Penerimaan Siswa Baru di Babel Masih Tunggu Peraturan Gubernur
Kepala SMAN 3 Pangkalpinang, Kunlistiani

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG- Penerapan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 untuk SMA/SMK di Provinsi Bangka Belitung (Babel) masih menunggu peraturan gubernur (pergub). PPDB tahun ini akan dimulai secara serentak pada 17 Juni 2019.

Kepala SMA Negeri 3 Pangkalpinang, Kunlistiani mengatakan setelah pergub terbit, pihaknya akan menterjemahkan dalam tata tertib atau aturan yang diterbitkan sekolah. Setelah aturan diterbitkan, barulah kemudian syarat-syarat tersebut diumumkan. 

"Yang harus diperhatikan adalah saat pendaftaran, karena sistem ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya, kita sudah menerapkan zonasi," kata Kunlistiani, usai rapat bersama Gubernur Babel dan Dinas Pendidikan, Kamis (16/5) siang.

Salah satu syarat pendaftaran kata dia, adalah Kartu Keluarga (KK)  yang menjadi hal utama, dimana nantinya pihak sekolah akan menghitung jarak tinggal pendaftaran dengan sekolah. Selanjutnya, adalah SKHUN atau nilai ujian nasional SMP, yang juga masuk penilaian dalam menerima siswa baru.

"Berikutnya kami harus siapkan tim IT, di salah satu panitia akan cek KK masukkan ke geoportal, akan terlihat jarak si pendaftar ini ke sekolah  berapa, misalnya 1,4 kilometer, makanya nilainya 390, lalu SKHUN berapa nanti jumlahnya berapa kita tambahkan," bebernya.

Dia menyebutkan, sekolah yang berada di Kelurahan Keramat, Kecamatan Rangkui ini menerima sebanyak 288 siswa baru.

"Kuota ini kami bagi, lima persen nantinya khusus yang tidak mampu, ada juga yang berprestasi, kemudian ada yang mutasi atau ikut orangtuanya pindah, selebihnya kita terapkan zonasi," jelasnya.

Bagi orangtua siswa yang belum melek teknologi, pihak sekolah nantinya akan memfasilitasi atau memberikan data jarak dari rumah calon siswa ke sekolah agar transparan.

"Kami siapkan tim panitia PPDB untuk bisa siapkan fasilitas teknologi informasi komunikasi atau TIK, ketika orangtua ingin membuktikan jaraknya berapa, kadang kan ada orangtua enggak melek IT, ini perlu kita layani," ulasnya.

Sistem penerimaan dengan zonasi ini, diakui dia sebetulnya tidak ribet, yang ribet adalah menyusun aturannya. Namun, ketika aturannya sudah selesai maka akan mudah dalam pelaksanaannya.(*/LUR)

penulis: LUR

Komentar Via Facebook