Pengedar 7 Kg Sabu dan 5.000 Ekstasi Berasal dari Dua Jaringan Berbeda
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Pengedar 7 Kg Sabu dan 5.000 Ekstasi Berasal dari Dua Jaringan Berbeda

 Pengedar 7 Kg Sabu dan 5.000 Ekstasi Berasal dari Dua Jaringan Berbeda
Kepala BNNP Babel, Nanang bersama Kapolda Babel, Istiono, Gubernur Babel Erzaldi dan pejabat terkait saat menunjukkan barang bukti narkoba saat konferensi pers di Gedung BNNP Babel, Jumat (17/5).WARTABANGKA.COM/EDY

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Kasus peredaran narkotika dengan barang bukti sabu seberat 7 kilogram dan 5.000 butir pil ekstasi beberapa waktu lalu merupakan pengungkapan kasus terbesar di wilayah hukum Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) selama ini.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Babel, Brigjen (Pol) Nanang Hadiyanto mengatakan peredaran narkotika yang dilakukan oleh lima orang tersangka tersebut merupakan dua jaringan pengedar narkotika yang berbeda.

"Yang satu jaringan Aceh, yang satu dari Batam, asal barangnya kan dari sekitar Pekan Baru, dapat perintahnya disitu," ungkap  Nanang kepada awak media saat konferensi pers di Gedung BNNP Babel, Jumat (17/5).

Dia menjelaskan, barang-barang haram tersebut rencananya akan diedarkan ke wilayah Bangka Belitung, "Yang jelas (akan diedarkan-red) di Pangkalpinang sini, Bangka Belitung," jelasnya.

Baca juga: Gubernur Babel Minta Pengedar Narkoba Dihukum Mati

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan para pelaku yakni, tersangka SM asal Sungailiat, Kabupaten Bangka dengan barang bukti tiga paket sabu dengan berat total 3 gram, satu unit handphone merk Vivo warna hitam.

Kemudian, tersangka M asal Aceh, dengan barang bukti sabu dalam kemasan teh china warna hijau, berat bruto 1133,30 gram, handphone android merk Vivo. 

Selanjutnya tiga tersangka lain berasal dari Batam, yakni inisial HDS, AAS  dan AM dengan barang bukti sabu seberat 6 Kg, 1.758 pil ekstasi warna biru, 3.029 pil ekstasi warna hijau dan 31 butir pil Happy Five.

Atas perbuatannya para tersangka, kata Nanang dijerat pasal berlapis, yakni pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 2, dan pasal 132 ayat (2) Undang-Undang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati. (*/DEI)

penulis: DEI

Komentar Via Facebook