Pengamanan Wilayah Laut Terkendala Bahan Bakar, Ini Penjelasan Danlanal Babel
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Pengamanan Wilayah Laut Terkendala Bahan Bakar, Ini Penjelasan Danlanal Babel

Pengamanan Wilayah Laut Terkendala Bahan Bakar, Ini Penjelasan Danlanal Babel
Danlanal Babel, Letkol Laut P Muhammad Taufik

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Kepulauan Bangka Belitung, Letkol Laut P Muhammad Taufik mengakui pihaknya mengalami kendala dalam melakukan pengamanan jalur laut dari penyelundupan narkotika di daerah itu.

"Kita sekarang terkendala oleh satu hal, di Bangka Belitung ini kita tidak punya bahan bakar HSD (Hight Speed Diesel-red) atau B20, kita diwajibkan sekarang menggunakan bahan bakar B20, sementara kapal-kapal kita belum bisa pakai B20," kata Taufik kepada wartawan usai acara buka puasa bersama di rumah makan Lapangan Golf Girimaya, Jumat (17/5).

Dia menjelaskan, kapal-kapal yang dimiliki oleh Lanal Babel saat ini belum bisa menggunakan bahan bakar B20, dan apabila dipaksakan, kemungkinan kapal-kapal itu akan mengalami kerusakan. 

"Sementara kita untuk di laut, kita berkoordinasi dengan Lantamal (Pangkalan Utama Angkatan Laut-red) III Jakarta, Armada I di Jakarta juga, menggunakan kapal-kapal mereka untuk melaksanakan operasi rutin," terangnya.

Taufik menambahkan, kapal-kapal tersebut beroperasi rutin selama satu tahun di perairan Indonesia, baik operasi dari Mabes TNI maupun dari Mabes Angkatan Laut.

"Mau di Selat Bangka, mau di Natuna, di Pantai Barat Sumatera pun yang nggak ada apa-apa disana, kita kirim kapal, standby," imbuhnya.

"Jadi karena kita keterbatasan di sudut operasi, kita mengandalkan unsur-unsur yang betul-betul  dari dukungan Mabes TNI dan sudah dilengkapi dengan kapal-kapal yang bisa menggunakan bahan bakar B20 itu," tambahnya.

Oleh sebab itu, dikatakan dia, pihaknya sedang mengajukan surat permohonan agar kapal-kapal yang dimiliki Lanal Babel saat ini dapat menggunakan bahan bakar B20 yang dilengkapi dengan alat seperator. 

"Kita sedang permohonan ke bertingkat dari Lantamal III ke Armada, ke Mabes AL, supaya kita diizinkan menggunakan B20 dan dilengkapi dengan alat seperator itu," tandasnya. (*/DEI)

penulis: DEI

Komentar Via Facebook