Warga Belo Laut Ini Alami Penyakit Aneh di Kulit, Kondisinya Memprihatinkan 
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Warga Belo Laut Ini Alami Penyakit Aneh di Kulit, Kondisinya Memprihatinkan 

Warga Belo Laut Ini Alami Penyakit Aneh di Kulit, Kondisinya Memprihatinkan 
Sumartin (43) warga Dusun 2, Desa Belo Laut yang mengalami penyakit aneh di bagian kulit terbaring lemah di rumahnya

WARTABANGKA.COM, MUNTOK - Sumartin (43) warga Dusun 2, Desa Belo Laut, Kabupaten Bangka Selatan mengalami penyakit aneh dan langka. Penyakit yang menyerang bagian kulitnya itu sudah lebih dua tahun tak kunjung sembuh. Saat ini ia hanya bisa terbaring lemah di kediamannya.

Sumartin mengatakan awal mula terkena penyakitnya berawal dari gejala gigitan nyamuk yang membuat badannya panas, menggigil, hingga membuat kulitnya menjadi kehitaman. Setelah itu, dia merasakan gatal dan panas di sekujur tubuhnya. 

Dengan kondisinya itu, Sumartin sudah tidak bisa bekerja lagi semenjak Hari Raya Iduladha yang lalu dan mengandalkan istrinya untuk mencari nafkah.  

"Di kulit seakan ada kuman, kena air pun pedih, kalo keluar pintu aja enggak dan gak bisa bekerja lagi semenjak lebaran haji tahun lalu," ujar Sumartin, Kamis (13/6).

Istri Sumardin, Yuyanti mengatakan sudah berobat ke seluruh dokter yang ada di Bangka Barat maupun RSUD Sejiran Setason bahkan ke RSUD Ir. Soekarno Provinsi Bangka Belitung.

"Sudah kemana-mana, terakhir rumah sakit provinsi selama 13 hari dan disana juga disebut negatif, gak ada virus maupun bakteri tetapi di kasih salep racikan untuk penyakitnya setelah keluar juga belum sembuh," ujar Yuyanti.

Dia juga mengatakan pernah datang Dinas Kesehatan Bangka Barat dan kepala Desa Belo Laut untuk menjenguk serta memberi bantuan, akan tetapi hingga kini belum ada bantuan yang diterimanya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Yuyanti mengatakan dia bekerja sebagai buruh harian bahkan telah menjual dua sepeda motornya.

"Lah jual motor Scoopy dan Vega R untuk makan dan berobat ke Lampung, untuk makan sekarang masih di bantu sama adik saya," pungkas Yuyanti.

Sementara itu, Kepala Desa Belo Laut, Ibnu menyebutkan bahwa pihak desa, dokter dan tim kesehatan telah turun untuk menjenguk Sumardi, akan tetapi untuk bantuan belum bisa di cairkan dengan cepat.

"Kita sempat turun bulan April lalu, ngecek, kalo menurut dokter penyakitnya memang langka, lalu untuk biaya pengobatan kita ada mengajukan proposal melalui CSR PT Timah cuma sampai hari ini belum ada titik terangnya untuk pencairan," papar Ibnu. (*/END) 
 

penulis: END

Komentar Via Facebook