Mau Ekspor, Smelter Swasta Wajib Lapor Data Cadangan Timah
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Mau Ekspor, Smelter Swasta Wajib Lapor Data Cadangan Timah

Mau Ekspor, Smelter Swasta Wajib Lapor Data Cadangan Timah
Supriyanto

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Perusahaan smelter timah di Bangka Belitung (Babel) wajib melaporkan hasil kegiatan eksplorasi, estimasi sumber daya, serta estimasi cadangan timah sesuai standar dan Kode Komite Cadangan Mineral Indonesia (KCMI).

Menurut Perwakilan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  Supriyanto, pelaporan data dari perusahaan smelter harus dibuat oleh Competent Person Indonesia (CPI) atau orang yang memiliki kompetensi.

"Data dari CPI merupakan salah satu persyaratan ekspor yang wajib dipenuhi oleh pengusaha smelter. Karena untuk memenuhi itu semua harus dihitung oleh orang yang ahli dalam bidangnya yaitu CPI," jelas Supriyanto di gedung DPRD Babel, Jumat (14/6).

Baca juga: Ekspor Timah Swasta Tak Dilarang, Asal Patuhi Regulasi

Selain itu, dia menambahkan perlu adanya koordinasi dengan unsur terkait yang mempunyai kepentingan terkait pertambangan timah di Babel. Unsur tersebut yaitu Pemda, Surveyor, Sucofindo dan Kementerian ESDM serta DPRD.

Menurut dia, pokok-pokok permasalahan yang disampaikan dalam rapat audiensi tersebut merupakan fakta di lapangan, sehingga dibutuhkan sinergitas antar pihak terkait untuk mencari solusi yang terbaik.

"Menurut saya itu adalah fakta, di sini hanya masalah misskomunikasi saja, tidak ada kondisi buruk seperti yang terlontar tadi dan bisa diperbaiki karena yang terpenting adalah koordinasi unsur terkait," ujarnya. (*/DEI)

penulis: DEI

Komentar Via Facebook