Aktivitas Trawl Ilegal di Basel Merajalela, Aktivis Minta Polisi Tindak Tegas 
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Aktivitas Trawl Ilegal di Basel Merajalela, Aktivis Minta Polisi Tindak Tegas 

Aktivitas Trawl Ilegal di Basel Merajalela, Aktivis Minta Polisi Tindak Tegas 
Ilustrasi kapal ilegal (Dok- Humas PSDKP)

WARTABANGKA.COM, TOBOALI - Aktivitas ilegal puluhan kapal trawl di wilayah perairan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) saat ini semakin merajelala. Bahkan, diketahui aktivitas kapal compreng tersebut sudah menyasar daerah dekat pinggir pantai.

Menyikapi hal ini, aktivis nelayan Basel, Kodi Midahri mengaku kecewa dengan penegak hukum di Basel. Pasalnya, adanya aktivitas illegal kapal trawl tidak ditindak oleh penegak hukum bahkan terkesan terjadi pembiaran.

"Mirisnya  dengan adanya aktivitas kapal trawl ilegal ini sudah tiga kali kapal trawl merusak jaring nelayan tradisional, meski jaring yang rusak diganti oleh pemilik trawl," kata Kodi kepada wartawan, Kamis (4/7). 

Menurut Kodi, dirinya sudah berulang kali menyampaikan aktivitas trawl, compreng serta TI Apung ke Polres Basel, namun sampai hari ini aktivitas ilegal tersebut tidak ada tanda-tanda untuk berhenti.

"Parah jika begini terus, bagaimana tindakan aparat hukum, TI apung dan trawl jelas melakukan pelanggaran yang serius, jadi menunggu apalagi tindakan aparat hukum terhadap aktivitas trawl, pemilik trawlnya sudah tahu, aktivitas kapal trawlnya ada, tapi tidak ada tindakan apapun," sebutnya.

Oleh karena itu, dia menambahkan nelayan Basel berencana untuk menggelar aksi damai serupa dengan mempertanyakan sejauh mana keseriusan Polda, DPRD serta Pemprov Babel menertibkan aktivitas ilegal kapal trawl tersebut.

"Kita berencana menggelar aksi serupa, mempertanyakan kepada Polda Babel, DPRD Babel, Pemprov Babel, Pemkab Basel dan Polres Basel, bagaimana keseriusan tim terpadu dalam menertibkan aktivitas illegal ini," ujar Kodi.

Apabila aksi damai dilaksanakan, tuntutan para nelayan tradisional tetap sama dengan aksi yang dilakukan nelayan Basel beberapa waktu lalu di Polda, DPRD dan Kantor Gubernur Babel  yakni nelayan mendesak aktivitas trawl serta compreng segera ditertibkan.(*/TRA)

penulis: TRA

Komentar Via Facebook