Diburu Hingga ke Bekasi, Rian Kambing Pelaku Pemerkosaan Diciduk Satreskrim Polres Basel 
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Diburu Hingga ke Bekasi, Rian Kambing Pelaku Pemerkosaan Diciduk Satreskrim Polres Basel 

Diburu Hingga ke Bekasi, Rian Kambing Pelaku Pemerkosaan Diciduk Satreskrim Polres Basel 
Kapolres Basel AKBP Aris Sulistyono bersama dua tersangka saat konferensi pers di Polres Basel, Senin (8/7).WARTABANGKA.COM/TRA

WARTABANGKA.COM, TOBOALI - Satreskrim Polres Bangka Selatan (Basel) berhasil ungkap kasus pemerkosaan gadis belia dengan tersangka Febrian alias Rian Kambing (26) warga Teladan, Kecamatan Toboali. Rian yang juga diketahui seorang resedivis kasus pengeroyokan ini ditangkap polisi di daerah Bekasi, Jawa Barat.

"Dengan sejumlah alat bukti, yakni hasil visum, keterangan saksi dan korban, serta pakaian yang digunakan diduga Febrian telah melakukan pemerkosan terhadap gadis belia dan kuat dugaan untuk menjadi tersangka pada kasus tersebut," ujar Kapolres Basel AKBP Aris Sulistyono, saat konferensi pers di Polres Basel, Senin (8/7).

Menurut Kapolres, penangkapan Rian Kambing bersamaan dengan penangkapan tersangka kasus pidana lain yaitu Hendi di Bekasi. Dalam penangkapan kedua tersangka, kata dia, petugas Satreskrim dibantu personel Polsek Cikarang Utama.

"Akibat perbuatan pidana yang dilakukan, Febrian diancam dengan pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," ujarnya.

Dengan penangkapan kedua tersangka yang masuk DPO Polres Basel, Kapolres berharap dapat memberikan kepercayaan masyarakat  kepada Polri dalam rangka melakukan penegakan hukum khususnya kasus yang menjadi perhatian masyarakat.

"Adanya kasus pemerkosaan ini, kita  meminta Pemkab Basel ikut andil dalam membantu sosialisasi bahaya terhadap anak, baik kekerasan, persetubuhan dan bahaya lainnya. Yang terpenting adalah tindakan awal pencegahan, karena kita tidak selalu bisa memantau atau mengawasi kekerasan terhadap anak," katanya.(*/TRA)

penulis: TRA

Komentar Via Facebook