Dalam RZWP3K, Peruntukan Kawasan Pariwisata Hanya 1,41 Persen
Banner DPRD Babel Bateng Covid 19
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Dalam RZWP3K, Peruntukan Kawasan Pariwisata Hanya 1,41 Persen

Dalam RZWP3K, Peruntukan Kawasan Pariwisata Hanya 1,41 Persen
Kawasan wisata Pantai Turun Aban, Sungailiat. WARTABANGKA.COM/TWO

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Dalam rancangan peraturan daerah tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) di Provinsi Bangka Belitung (Babel) peruntukan untuk sektor pariwisata diketahui hanya 1,41 persen.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemprov Babel, Dasminto menyebutkan kecilnya persentase pariwisata ini dikarenakan data yang diusulkan tidak poligon.

Kendati demikian, dia menegaskan, sektor pariwisata bisa masuk ke sektor mana saja, bisa di wilayah perikanan tangkap, konservasi dan lainnya.

"Pariwisata, 1,41 persen, karena munculnya poin tidak poligon, sementara kegiatan pariwisata masuk ke mana saja, kecuali di wilayah tambang. Kalau ditotal tentu lebih besar dari 1,41 persen, karena tidak bisa menunjukkan data dalam poligon sehingga terlihat kecil, tetapi bukan fix 1,41 persen," jelasnya.

Pemprov Babel, kata Dasminto, saat ini juga sedang berupaya mentransformasikan dari sektor pertambangan ke sektor pariwisata  dan hampir semua kabupaten di wilayah laut maupun darat mengembangkan sektor pariwisata ini.

"Jadi nanti enggak 1,41 persen, karena ini yang diusulkan hanya terlihat titik-titik di masing kabupaten, sudah menyebar, namun ketika ditotal 1,41 persen, tetapi realisasinya nanti lebih banyak," ulas Dasminto.

DKP Babel, dia menambahkan, sudah memetakan wilayah mana saya di Babel untuk delapan peruntukkan, baik konservasi, perikanan tangkap dan budidaya, pertambangan, pelabuhan, dan lainnya.(*/TWO)

penulis: TWO

Komentar Via Facebook