Kemarau Diprediksi Hingga Agustus, Babel Terancam Krisis Air Bersih
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Kemarau Diprediksi Hingga Agustus, Babel Terancam Krisis Air Bersih

 Kemarau Diprediksi Hingga Agustus, Babel Terancam Krisis Air Bersih
Petugas BPBD Babel menunjukkan lokasi yang rawan kekeringan melalui pantauan layar, Kamis (11/7).WARTABANGKA.COM/TWO

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Kemarau panjang diprediksi akan melanda Provinsi Bangka Belitung (Babel) hingga Agustus mendatang. Dengan kondisi ini dapat dipastikan wilayah kabupaten dan kota di Babel akan mengalami krisis air bersih. 

"Jika kita lihat dari data BNPB, bahwa di Babel diprediksi mengalami kemarau dengan tingkat risiko sedang hingga tinggi," kata Kalakhar BPBD Babel, Mikron Antariksa kepada wartawan, Kamis (11/7).

Dia melihat, minimnya potensi hujan, yang hanya terlihat di dua titik yakni di wilayah tengah Pulau Bangka dan di Selat Gelasa antara Bangka dan Belitung.

"Cuaca juga cukup panas, suhu mencapai 32 derajat, ini hampir mendekati ekstrem, kalau ekstrem itu hingga 35 derajat," ujarnya.

Musim kemarau, kata Mikron, akan membuat masyarakat mengalami kekurangan air bersih. Untuk itu ia meminta agar masyarakat dapat mencari sumber air lain yang dapat dijadikan alternatif selama kemarau.

"Hampir semua kabupaten dan kota mengalami kemarau atau berkurangnya ketersediaan air, mudah-mudahan pada September diperkirakan hujan sudah mulai turun," tandasnya.

Mikron juga meminta, masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan di musim kemarau, terutama di lahan terbuka.(*/TWO)

penulis: TWO

Komentar Via Facebook