550.741 Hektar Lahan Babel Terancam Kekeringan
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

550.741 Hektar Lahan Babel Terancam Kekeringan

550.741 Hektar Lahan Babel Terancam Kekeringan
Kalakhar BPBD Babel, Mikron Antariksa

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - 550.741 hektar lahan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terancam mengalami kekeringan pada kemarau tahun 2019 ini. Luasan ini, tersebar di semua kabupaten dan kota di Provinsi Babel dengan perkiraan warga yang terdampak sebanyak 1.024.853 jiwa.

"Kekeringan ini dikarenakan intensitas hujan yang berkurang bahkan tidak ada, curah hujan di bawah rata-rata dan berkurangnya ketersediaan air," kata Kalakhar BPBD Babel, Mikron Antariksa kepada wartawan, Kamis (11/7).

Tak hanya daerah daratan di tengah pulau, wilayah pesisir pun rentan mengalami kekeringan, karena kurangnya pasokan air yang memadai. Dia merinci, untuk Kota Pangkalpinang potensi kekeringan terjadi di satu kecamatan yang diperkirakan, seluas 2.097 ha, dengan korban terdampak 196.154 jiwa.

Di Kabupaten Bangka, paling banyak kecamatan yang diprediksi mengalami kekeringan, yakni delapan kecamatan dengan luas 190.783 hektar, Bangka Barat ada enam kecamatan, Bangka Tengah, empat kecamatan seluas 73.168 dan Bangka Selatan, dua kecamatan seluas 8.901 hektar. "Untuk di Belitung ada dua  kecamatan seluas 20.868 hektar dan Belitung Timur, lima kecamatan 70.686 hektar," kata Mikron.

Musim kemarau ini sudah mulai dirasakan masyarakat sejak bulan Juni dan puncaknya akan terjadi pada bulan Juli hingga Agustus dan September hujan diperkirakan sudah mulai turun.(*/TWO)

penulis: TWO

Komentar Via Facebook