Disinggung Rentan Kriminalitas, Kepala Bappeda Sumsel: Masyarakat Kita Bukan Penjahat Semua Ya  
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Disinggung Rentan Kriminalitas, Kepala Bappeda Sumsel: Masyarakat Kita Bukan Penjahat Semua Ya  

Disinggung Rentan Kriminalitas, Kepala Bappeda Sumsel: Masyarakat Kita Bukan Penjahat Semua Ya  
Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, Ekowati Retnaningsih

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG- Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Ekowati Retnaningsih menanggapi santai soal pro kontra rencana pembangunan jembatan penghubung Pulau Bangka dan Sumatera. 

Banyak masyarakat yang menghawatirkan apabila pembangunan jembatan terealisasi, angka kriminalitas akan meningkat di Provinsi Babel. Ekowati berharap masyarakat Babel dapat berpikir positif karena banyak keuntungan yang bakal didapat Provinsi Babel.

"Masyarakat kita bukan penjahat semua ya. Kita positif thinking aja. Kalau dibuka kan komoditas  yang selama ini susah masuk ke Babel akan semakin mudah," kata Ekowati usai rapat bersama dengan Sekda Babel di Kantor Gubernur Babel, Jumat (12/7).

Dia juga meyakini, keberadaan jembatan Bangka-Sumatera akan semakin mempermudah transportasi barang, orang dan logistik antar dua daerah.

"Kirim biaya logistik menjadi lebih murah dan menekan inflasi sama-sama menguntungkan kedua belah provinsi," tandasnya.

Baca juga: Pembangunan Jembatan Bangka-Sumatera Diusulkan Masuk Proyek Strategis Nasional 

Senada dikatakan Pj. Sekda Babel, Yulizar. Masyarakat Babel, katanya tidak usah mengkhawatirkan soal angka kriminalitas jika jembatan dibangun. Untuk perkara kriminalitas, menurut dia adalah tugas dari kepolisian. 

"Kriminal tugas polisi lah, tetapi jembatan ini untuk membangunkan Babel kurangi inflasi dan jalur pariwisata lebih terbuka," pungkasnya.(*/TWO)

penulis: TWO

Komentar Via Facebook