Ini Tiga Calon Lokasi Pembangunan Jembatan Bangka-Sumatera
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Ini Tiga Calon Lokasi Pembangunan Jembatan Bangka-Sumatera

Ini Tiga Calon Lokasi Pembangunan Jembatan Bangka-Sumatera
Tiga Calon Lokasi Pembangunan Jembatan Bangka-Sumatera.WARTABANGKA.COM/TWO

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemprov Bangka Belitung (Babel) masih melakukan kajian pra studi kelayakan terhadap jalur penghubung Bangka- Sumatera. Dari kajian ini, disiapkan tiga alternatif pasangan lokasi yang mungkin dikembangkan  baik dari sisi pulau Bangka maupun sisi pulau Sumatera.

"Pertama lokasi di Tanjung Punai, yang berada di antara Kecamatan Muntok dan Desa Kundi ke Juru Taro, Banyu Asin, di sisi pulau Sumatera, kalau dari kedua titik ini panjang rencana Jembatan adalah sekitar 22,6 kilometer," sebut Noviar Ishak kepada wartawan, Jumat (12/7).

Titik lokasi kedua, adalah Tanjung Pura, Bangka Tengah yang merupakan daerah pemukiman yang memiliki akses cukup baik, berada di selatan Pangkalpinang sekitar 63 km. Rencana jembatan yang akan dilakukan studi untuk sisi Sumatera adalah di Sungai Batang dengan rencana panjang jembatan 23,1 km.

Lokasi ketiga, di Desa Sebagin Bangka Selatan sementara di sisi pulau Sumatera berhubungan dengan Tanjung Tapak, Ogan Komering Ilir (OKI) dengan panjang jembatan yang lebih pendek yakni 15,2 km.

"Pra kajian ini untuk menyusun dokumen pra studi kelayakan sebagai dasar dalam proses kebijakan dan strategi rencana pembangunan jalur penghubung Bangka-Sumatera," kata Noviar.

Kajian yang dilakukan dia menambahkan, jmeliputi penentuan rute, kajian tipe penghubung, kajian indikasi manfaat, kajian teknis awal, aspek ekonomi, konsep kemitraan dan skema pembayaran, aspek lingkungan hidup, sosial dan budaya serta penataan ruang.(*/TWO)

penulis: TWO

Komentar Via Facebook