Datangi DPRD Babel, Masyarakat Tolak Penambangan Bauksit di Desa Cupat
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Datangi DPRD Babel, Masyarakat Tolak Penambangan Bauksit di Desa Cupat

 Datangi DPRD Babel, Masyarakat Tolak Penambangan Bauksit di Desa Cupat
Pertemuan Kades Cupat, BPD dan Tokoh Masyarakat dengan Ketua DPRD, Didit Srigujsya dan anggota, Bong Ming Ming di gedung DPRD Babel, Senin (15/7). WARTABANGKA.COM/BAYU

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Kepala Desa Cupat, Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat (Babar), Martaridi didampingi BPD dan tokoh masyarakat mendatangi gedung DPRD Babel, Senin (15/7) untuk menyuarakan aspirasi masyarakat yang menolak penambangan bauksit oleh PT Kencana Sakti Indonesia (KSI). 

Kedatangan mereka diterima langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Babel, Didit Srigusjaya didampingi anggota DPRD Dapil Babar, Bong Ming Ming. 

Kepala Desa Cupat, Martaridi menegaskan gelombang penolakan akan dilanjutkan dengan massa yang lebih banyak pada pertemuan yang telah diagendakan DPRD Babel pada 18 Juli 2019.

"Nanti kita hadirkan lebih banyak lagi masyarakat kita yang menolak. Akan kita dengar apa keputusannya," tegasnya kepada wartawan seusai audiensi.

Martaridi juga menerangkan, bahwa audiensi dengan Ketua DPRD Babel merupakan tindaklanjut penolakan yang disampaikan tertulis oleh pihaknya.

"Masalah tambang ini sangat riskan, karena lahan yang akan digarap itu sudah menjadi lahan pertanian dan perkebunan masyarakat Desa Cupat. Intinya kami menolak pertambangan bauksit," ujarnya.

Anggota DPRD Babel, Bong Ming Ming mendukung penolakan tambang bauksit oleh PT Kencana Sakti Indonesia tersebut. Dalam situasi ini, katanya, massa yang menolak lebih banyak dari pada yang mendukung.

"Ini memang sudah terjadi penolakan besar-besaran, suara penolakan ini dibubuhi tandatangan oleh masyarakat," sebutnya.

Penolakan tersebut menurut dia, lantaran wilayah yang akan dimasuki pertambangan tersebut merupakan lahan yang telah menjadi mata pencaharian masyarakat.

"Kasihan mereka kalau pertambangan ini masuk, mereka tak ada lagi usaha. Belum lagi desa ini dikelilingi hutan lindung atau produksi karena desa itu tidak terlalu luas," ungkapnya.

Terpisah,  Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya mengatakan legislatif  akan menindaklanjuti permasalahan ini dengan menggelar rapat bersama masyaramat unsur pemerintah desa, dinas ESDM Babel dan Babar. "Kita undang semua," pungkasnya.(*/NAJ)

penulis: NAJ

Komentar Via Facebook