Sambangi OJK, DPRD Babel Akan Beberkan Usulan Calon Dirut Jamkrida Cacat Hukum
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Sambangi OJK, DPRD Babel Akan Beberkan Usulan Calon Dirut Jamkrida Cacat Hukum

Sambangi OJK, DPRD Babel Akan Beberkan Usulan Calon Dirut Jamkrida Cacat Hukum
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Komisi II DPRD Bangka Belitung (Babel) akan mendatangi Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Rabu (14/8). Kedatangan Komisi II ke OJK untuk menyampaikan ada kesalahan prosedur terkait penunjukkan calon Direktur Utama (Dirut) PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Babel oleh gubernur.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Provinsi Babel, Didit Srigusjaya kepada wartawan, Selasa (13/8). Menurut dia, sangat fatal jika penunjukkan calon Dirut PT Jamkrida tersebut terus dilanjutkan oleh OJK. 

"Kami akan sampaikan bahwa menurut DPRD ada kesalahan prosedural dalam hal pemilihan direktur utama Jamkrida Babel ini dan sudah dinyatakan dalam rapat di DPRD oleh Biro Ekonomi dan Biro Hukum. Ini jika dipaksakan sangat fatal, apalagi menyangkut anggaran daerah," kata Didit.

Dia menegaskan, kunjungan ke OJK juga berdasarkan saran dari Gubernur Babel, Erzaldi Rosman. Gubernur, kata Didit, menyebutkan keputusan menetapkan Dirut Jamkrida ada ditangan OJK.

"Kita ke OJK ini kan tujuannya untuk menyelamatkan bukan karena suka ataupun tidak suka. Kami (DPRD-red) menilai ini salah dan tidak prosedural,"  ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Didit berandai, jika OJK tetap keukuh menetapkan nama calon yang diajukan Gubernur Babel sebagai Dirut PT Jamkrida, DPRD tidak akan menandatangani anggaran terkait Jamkrida.

"Ini kan tentang cacat hukum, tiba-tiba ada usulan anggaran dan disahkan oleh DPRD, ini sama halnya kita memberikan dana kepada yang salah. Jujur, kalau saya enggak akan menandatangani (anggaran-red) walaupun sah menurut  OJK," pungkasnya.(*/NAZ) 

penulis: NAZ

Komentar Via Facebook