Mulkan: Sembahyang Rebut Sarana Menjaga Keharmonisan Antar Etnis
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Mulkan: Sembahyang Rebut Sarana Menjaga Keharmonisan Antar Etnis

Mulkan: Sembahyang Rebut Sarana Menjaga Keharmonisan Antar Etnis
Bupati Bangka, Mulkan

WARTABANGKA.COM, SUNGAILIAT - Masyarakat Tionghoa menggelar Sembahyang Rebut, Kamis (15/8) malam di sejumlah kelenteng. Tidak hanya di Kelenteng Bakti, Parit 4, Kelurahan Kuday, Bangka saja melainkan di beberapa kelenteng juga ikut menggelar kegiatan serupa. Seperti Kelenteng Jaya Bhakti Rebo, Cetya Dharma Abadi Pohin dan lainnya. 

Bupati Bangka Mulkan menilai, Sembahyang Rebut menjadi salah satu sarana menjaga keharmonisan antar etnis di Kabupaten Bangka.

“Melalui acara Sembahyang Rebut ini semoga dapat mempererat keberagaman etnis yang ada di Kabupaten Bangka,” kata Mulkan, Kamis (15/8). 

Mulkan mengatakan, pembinaan sebagai upaya menjaga eksistensi kebudayaan agar tetap lestari sangat diperlukan. Salah satu contohnya, ada pembinaan dengan pemberian fasilitas penunjang kegiatan dan pemberian edukasi terhadap kesadaran masyarakat. 

“Hal ini tidak lepas dari pembinaan, untuk itu kita akan melakukan pembinaan rutin nantinya terhadap pelaku kebudayaan di Kabupatan Bangka,” imbuhnya.

Ditambahkan Mulkan, pentingnya menjaga eksistensi kebudayaan dearah agar generasi muda mengetahui sehingga dapat terlibat langsung di dalamnya.

“Salah satu upaya kita mencegah kepunahan yakni mengenalkannya kepada generasi penerus kita, kalau bisa mereka harus dilibatkan,” tuturnya.(*/ZEN)

penulis: ZEN

Komentar Via Facebook