20 Anggota DPRD Babel Mangkir Rapat Paripurna HUT Kemerdekaan RI 
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

20 Anggota DPRD Babel Mangkir Rapat Paripurna HUT Kemerdekaan RI 

20 Anggota DPRD Babel Mangkir Rapat Paripurna HUT Kemerdekaan RI 
Suasana rapat paripurna dengan agenda mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo dalam rangka HUT ke-74 Republik Indonesia, Jumat (16/8). WARTABANGKA.COM/BAYU

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar rapat paripurna dengan agenda mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo dalam rangka HUT ke-74 Republik Indonesia, Jumat (16/8). Dalam rapat yang digelar di ruang paripurna DPRD itu diketahui ada 20 anggota dewan yang tidak hadir. 

Belum diketahui alasan tidak hadirnya anggota DPRD di rapat paripurna itu, akan tetapi Ketua DPRD, Didit Srigusjaya menyayangkan sekaligus menyesalkan mangkirnya puluhan wakil rakyat ini.

"Saya sangat menyesalkan, artinya ini akan menjadi sebuah contoh bagi masyarakat bagaimana kami ingin memaknai, sedangkan para wakil-wakil kami juga tidak mau datang, ini sangat sedih," kata Didit saat diwawancarai seusai rapat paripurna.

Didit menegaskan, terlepas dari terpilih atau tidak terpilih lagi pada pemilihan legislatif (pileg) beberapa waktu lalu anggota dewan periode ini dapat hadir di rapat paripurna.

"Terlepas, anggota dewan tersebut, terpilih nggak terpilih, kita ini kan bagian bangsa Indonesia, andaikata kalau kita berada dalam sejarah merebut kemerdekaan, belum tentu kita bisa nikmati," tegasnya.

Didit mengingatkan kembali bahwa perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah itu bukan hal yang mudah, perlu pengorbanan jiwa dan raga dengan tetesan keringat, air mata dan tumpahan darah.

"Maka maknai lah rasa kebanggaan berbangsa ini. Dengan kita menghadiri (rapat paripurna-red) saja ini suatu bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT kepada kita melalui pejuang-pejuang kita, tapi itu kembali kepada diri masing-masing," tegasnya.

"Masa' kita yang sudah menikmati juga nggak mau hadir, kita kan tinggal menikmati aja, kalau nggak ada perjuangan, nggak bisa jadi anggota dewan juga, kalau kita dijajah Belanda, jangan kan jadi anggota dewan, makan aja susah, ini kan permasalahannya," tambahnya.

Oleh karena itu, dia akan memberikan sanksi kepada para anggota dewan yang tidak hadir pada Rapat Paripurna peringatan HUT Kemerdekaan RI ini dan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Saya akan memberikan sanksi kepada anggota fraksi PDI Perjuangan, bagi anggota dewan nggak akan saya tanda tangan SPPD nya, itu sanksinya. Yang jelas, kita berharap bahwa hal ini jangan terjadi lagi," pungkasnya. (*/DEI)

penulis: DEI

Komentar Via Facebook