Cerita Didit Srigusjaya, yang Rutin Bacakan Teks Proklamasi Sejak 2013 
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Cerita Didit Srigusjaya, yang Rutin Bacakan Teks Proklamasi Sejak 2013 

 Cerita Didit Srigusjaya, yang Rutin Bacakan Teks Proklamasi Sejak 2013 
Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Didit Srigusjaya membacakan teks proklamasi pada HUT ke-74 Republik Indonesia di Kantor Gubernur Babel, Sabtu (17/8). Didit mengungkapkan, sejak tahun 2013, ia membacakan teks Proklamasi setiap 17 Agustus. WARTABANGKA.COM/BAYU

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya membacakan teks Proklamasi pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-74  RI di Halaman Kantor Gubernur Babel, Sabtu (17/8). Menurutnya, pembacaan teks Proklamasi rutin dia bacakan di upacara HUT RI tiap tahunnya sejak  2013. 

"Setiap tahun saya yang baca, sejak tahun 2013 pada peringatan HUT Kemerdekaan RI di Pemprov," kata Didit saat diwawancarai wartabangka.com melalui telepon selularnya.

Didit menjelaskan, tema yang diusung pada HUT Kemerdekaan RI tahun ini adalah Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul yang menurutnya sesuai dengan visi dan misi Presiden RI.

"Ini kan sangat jelas bahwa visi dan misi Pak Jokowi itu ialah mengoptimalkan sumber daya manusia ini agar lebih maju, dengan kita lebih mengedepankan SDM, maka kita mampu untuk mengelola sumber daya alam kita," ujarnya.

Menurutnya, SDM itu penting sehingga harus diselaraskan dan diterapkan di setiap pemerintahan baik di Provinsi maupun kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. 

Politisi PDI Perjuangan ini berharap, peringatan kemerdekaan RI ke-74 ini dapat dijadikan momentum untuk merajut kembali rasa persaudaraan dan kebersamaan untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Dengan persatuan dan kesatuan, Insha Allah kita bisa membangun hubungan lebih baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," harapnya. (*/DEI)

penulis: DEI

Komentar Via Facebook