Deddi Sarankan Bangka Barat Pertimbangkan Kembali Jadi Tuan Rumah Porprov 2022
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Deddi Sarankan Bangka Barat Pertimbangkan Kembali Jadi Tuan Rumah Porprov 2022

Deddi Sarankan Bangka Barat Pertimbangkan Kembali Jadi Tuan Rumah Porprov 2022
Anggota DPRD Provinsi Babel, Deddi Wijaya

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Deddi Wijaya menyarankan pemilihan Bangka Barat sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2022 dapat dipertimbangkan kembali. 

Menurut dia, berdasarkan masukan dan aspirasi dari masyarakat, digelarnya event tersebut tidak berimbas kepada kesejahteraan masyarakat dan hanya membuat anggaran yang dikucurkan menjadi mubazir.

"Secara pribadi saya mendukung kegiatan Porprov 2022 di Bangka Barat tetapi selaku anggota dewan wajib menampung aspirasi masyarakat. Saran saya sebaiknya Bangka Barat memikirkan kembali rencana menjadi tuan rumah Porprov 2022," kata Deddi kepada wartawan, Sabtu (7/9).

Anggota DPRD Dapil Bangka Barat ini menyebutkan hingga saat ini pun belum ada persiapan apapun dari tuan rumah Bangka Barat selaku penyelenggara.

"Hanya ada beberapa hektar lahan kosong saja dan belum ada bangunan pemkab apapun yang bisa menunjang kegiatan tersebut. Beberapa hotel yang ada pun belum bisa menampung seluruh atlet nantinya, apa mau dibiarkan menginap di bangunan sekolah, tentu tidak kan? Kebutuhan 400 miliar itu bukan uang kecil loh, itu uang sudah melebihi setengah dari seluruh APBD Kabupaten Bangka Barat," katanya.

Apalagi, lanjut dia, kegiatan Porprov bersifat hanya event-event tertentu yang sifatnya sekali, bukan yang bersifat permanen. Masyarakat juga kata Deddi menilai program pembangunan venue baru di Bangka Barat tersebut tidak menyentuh kesejahteraan masyarakat.

"Wajar masyarakat menilai Porprov ini mubazir anggaran, bisa kita bandingkan saja dengan program DPRD Bangka Barat yang menganggarkan dana 17 miliar itu sudah dapat menjamin kesehatan masyarakat se-Bangka Barat dan dengan 17 miliar sangat menyentuh semua masyarakat Bangka Barat," katanya.

Deddi menilai dengan alasan tersebut, ada baiknya DABA yang diperuntukkan bagi kegiatan Porprov dapat dikaji kembali. Pemerintah daerah, katanya harus memprioritaskan anggaran wajib untuk kemudian baru memikirkan kegiatan lain seperti Porprov.

"Coba kita lihat ke kabupaten yang sudah menjadi tuan rumah sebelumnya, apakah kegiatan Porprov itu bisa menambah PAD, jelas tidak kan ?. Semuanya berlalu begitu saja, lalu bangunan bekas pelaksanaan Porprov belum tentu terawat. Yang penting sekarang ini meningkatkan kualitas atlet bukan menjadi tuan rumahnya,"ujarnya.

Dalam pembahasan Badan Anggaran (Banggar) berikutnya, dia menegaskan akan meminta anggaran untuk Porprov dikaji kembali. Pada pembahasan anggaran nanti, Komisi IV DPRD Babel juga katanya, dimungkinkan untuk mengkaji kembali DABA yang direncanakan Rp71 miliar untuk gelaran Porprov Bangka Barat.

"Prinsipnya setuju kalo DABA 71 miliar buat Bangka Barat, tapi dengan catatan tidak semuanya untuk Porprov 2022. Kita alihkan ke program lain yang menyentuh masyarakat secara langsung atau yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama nelayan dan petani," pungkasnya. (*/)

penulis:

Komentar Via Facebook