Kabut Asap Selimuti Kota Pangkalpinang, Ternyata Akibat Kebakaran di Lintas Timur
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Kabut Asap Selimuti Kota Pangkalpinang, Ternyata Akibat Kebakaran di Lintas Timur

Kabut Asap Selimuti Kota Pangkalpinang, Ternyata Akibat Kebakaran di Lintas Timur
Tim Damkar saat memadamkan kebakaran lahan di Jalan Lintas Timur. (IST)

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG- Pagi ini, Rabu (11/9) sebagian wilayah Kota Pangkalpinang diselimuti kabut asap. Ternyata, asap ini berasal dari sisa kebakaran yang terjadi di kawasan Lintas Timur yang terjadi pada Selasa siang (10/9). Kebakaran lahan puluhan hektar tersebut baru bisa dipadamkan tadi malam.

Kabut asap yang terjadi ini sempat dirasakan masyarakat di daerah Kampak, Tua Tunu Pangkalpinang, begitu pula di Jalan Pal 9 dan Lintas Timur Kabupaten Bangka.

"Hampir 10 jam karhutla di Lintas Timur itu baru bisa dipadamkan oleh tim satgas kekeringan, memang sudah padam. Namun kemungkinan ada bara api yang memunculkan asap," kata Kalakhar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung (Babel) Mikron Antariksa kepada wartawan, Rabu (11/9).

Dia menghimbau kepada masyarakat jika berpergian ke arah jalan Lintas Timur dan daerah Kampak, Tua Tunu, Pangkalpinang hendaknya menggunakan masker untuk mengantisipasi berdampak pada pernapasan.

Sementara, Kasi Informasi dan Data BMKG Kelas 1 Pangkalpinang, Kurniaji mengatakan asap yang ada di beberapa titik baik itu di Pangkalpinang maupun Bangka bukan kiriman dari luar melainkan dari kebakaran lahan di Jalan Lintas Timur Bangka.

"Karena terjadi kebakaran yang cukup luas dan lama, kemungkinan asapnya terbawa ke beberapa lokasi di Pangkalpinang, tetapi ini bukan kiriman dari Kalimantan atau Sumatera," jelasnya.(*/TWO)
 

penulis: TWO

Komentar Via Facebook