Kepala BKKBN : Tingkat Pendidikan Rendah Jadi Tantangan Hadapi Bonus Demografi
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Kepala BKKBN : Tingkat Pendidikan Rendah Jadi Tantangan Hadapi Bonus Demografi

Kepala BKKBN : Tingkat Pendidikan Rendah Jadi Tantangan Hadapi Bonus Demografi
Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo

WARTABANGKA.COM, PANGKALANBARU - Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo mengungkapkan tingkat pendidikan masyarakat yang masih rendah menjadi tantangan utama Indonesia  dalam menghadapi bonus demografi.

"Pendidikan itu menjadi tantangan utamanya, jika penduduk banyak usia produktif tapi pendidikan rata-rata 8,6 tahun gimana? ini kan pendidikan kita kasih repot secara nasional. Terus angkatan kerja menurut BPS tahun 2015 itu 58 persen masih SD itu tantangannya," kata Hasto, Jumat (13/9).

Hasto mengungkapkan, pada saat menjabat Bupati Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dirinya melakukan langkah-langkah konkrit dalam mengatasi anak-anak jalanan atau kurang mampu yang putus sekolah.

"Waktu masih jadi bupati dulu saya sweeping yang drop out SD kita cari ditangkapi dan dijalan juga terus kita asrama kan satu bulan kita didik pendidikan harus kita paksakan sedikit," ungkapnya.

Kemudian tantangan yang kedua, yakni masalah kesehatan, dimana menurut dia, angka kematian bayi dan ibu harus terus diturunkan. "Minimal 1 bidan mengawal kurang lebih 26 ibu hamil dan itu bisa terbukti bisa menekan angka kematian ibu hamil," ujarnya.

Namun, beda halnya dengan kasus stunting (gangguan pertumbuhan kronis pada anak-red), yang butuh waktu yang lama untuk menurunkan angka penderitanya.

"Kalau stunting menurun kan butuh waktu lama, dan yang telah di vonis kesempatannya lewat sudah, tapi kalau kita mau stunting turun sebelum hamil ibu sudah banyak minum asam folat," jelasnya. 

"Suami juga juga kalau mau menghamili asam folat nya baik jadi sperma nya baik semuanya baik, butuh waktu lama untuk menurunkan stunting, menurun angka kematian ibu atau bayi bisa lebih cepat," ujarnya. (*/DEI)

penulis: DEI

Komentar Via Facebook