Momen HUT Pangkalpinang ke-262, Molen Ajak Stakeholder Atasi Masalah Banjir dan Sampah
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Momen HUT Pangkalpinang ke-262, Molen Ajak Stakeholder Atasi Masalah Banjir dan Sampah

Momen HUT Pangkalpinang ke-262, Molen Ajak Stakeholder Atasi Masalah Banjir dan Sampah
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil memberi sambutan pada paripurna istimewa Hari Jadi Kota Pangkalpinang ,Selasa (17/9). WARTABANGKA.COM/DEI

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil mengharapkan pada peringatan Hari Jadi Kota Beribu Senyuman ke-262 ini hendaknya dijadikan momentum untuk merajut kebersamaan antar stakeholder atau lembaga pemerintahan dalam menghadapi permasalahan banjir dan sampah.

"Harus ada integrasi dan sinergi dari legislatif, eksekutif dan yudikatif. Kita harus bersama-sama membahas bagaimana permasalahan ini (banjir dan sampah-red) nanti kedepan," kata Molen dalam sambutannya saat menghadiri rapat paripurna istimewa di Gedung DPRD Kota Pangkalpinang, Selasa (17/9).

Dia menjelaskan, kondisi geografis Kota Pangkalpinang yang berbentuk cekungan dan rendah dari permukaan laut menyebabkan seringnya terjadi bencana banjir. 

"Kota kita tingginya enam meter dari permukaan air laut, artinya sedikitpun air laut naik, ditambah curah hujan yang tinggi, Pangkalpinang ini menjadi suatu kota yang harus diwaspadai terkait banjir," jelasnya.

Menurut dia, dalam mengatasi permasalahan banjir ini bukan hanya tugas dari Pemerintah Kota Pangkalpinang semata. "Tapi kita harus bersinergi, terutama dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Oleh sebab itu, ini jadi prioritas kami untuk menangani itu," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, masalah persampahan juga menjadi perhatian serius Pemkot Pangkalpinang dan juga menjadi tugas prioritas untuk diatasi bersama. "Kota kita ini crowded (penuh, sesak-red) nya pasar," sebutnya.

"Tapi semua itu ada fundamental yang lebih penting lagi yang harus kita pahami, bahwa perencanaan yang matang, anggaran yang bagus, itu semua tidak akan terjadi jika terjadi konflik antar SARA, jika tidak ada sinergitas sesama kita, jika kita tidak kompak, jika kita merasa paling unggul dan hebat, dan segala macamnya," paparnya.

Dengan demikian, melalui momen HUT Kota Pangkalpinang Ke 262 ini, ia mengajak semua komponen masyarakat dan lembaga pemerintahan agar dapat betul-betul mengamalkan Sila ke-3 dari Pancasila, yakni Persatuan Indonesia dalam membangun Kota Pangkalpinang ini lebih baik lagi untuk kedepannya.

"Di momen yang baik ini, saya bersama Bang Sopian (Wakil Wali Kota-red) ingin bersinergi dengan legislatif, yudikatif, untuk membangun Kota Pangkalpinang ini jauh lebih baik lagi, kurangi kompetensi, perbanyak kolaborasi, karena kita NKRI," pungkasnya. (*/DEI)

penulis: DEI

Komentar Via Facebook