Tolak RUU KUHP dan Aksi Kekerasan Aparat, Ribuan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Babel
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Tolak RUU KUHP dan Aksi Kekerasan Aparat, Ribuan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Babel

Tolak RUU KUHP dan Aksi Kekerasan Aparat, Ribuan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Babel
Aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa di Gedung DPRD Babel, Senin (30/9). Mahasiswa menyatakan menolak RUU KUHP dan mengecam aksi kekerasan dan intimidasi terhadap mahasiswa. WARTABANGKA.COM/BAYU

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG - Ribuan mahasiswa yang tergabung dari berbagai universitas se-Bangka Belitung (Babel) menggelar aksi unjuk rasa terkait penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) KUHP, yang dinilai tidak memihak kepada rakyat.

Selain itu, massa juga mengecam aksi kekerasan dan intimidasi terhadap mahasiswa di beberapa kota besar saat menggelar aksi demonstrasi di DPR dan DPRD beberapa waktu lalu, hingga menyebabkan dua orang mahasiswa meninggal dunia.

"Teman-teman kita mahasiswa hanya menyampaikan aspirasi, kenapa harus mendapatkan kekerasan, penembakan secara keji kepada teman-teman kami," teriak salah satu koordinator lapangan dari STKIP Muhammadiyah Babel saat menyampaikan orasinya di depan Gedung DPRD Babel, Senin (30/9).

Dia mengungkapkan, keadaan negara Indonesia saat ini banyak mengalami permasalahan yang krusial sehingga menimbulkan konflik sosial khususnya di Provinsi Papua.

"Negara kita saat ini sedang tidak baik-baik saja, saudara-saudara kita saat ini digempur habis-habisan, maka dari itu kita disini untuk menyuarakan hak-hak rakyat," ujarnya.

Selain itu, menurut dia, RUU KUHP yang dirancang oleh DPR RI ini banyak menimbulkan polemik di masyarakat sehingga dinilai telah membungkam kedaulatan rakyat dalam berdemokrasi serta revisi Undang-Undang KPK yang akan melumpuhkan KPK sebagai lembaga independen.

"Tidak hanya itu, RUU Pertanahan juga bermasalah tentang agraria yang tidak berpihak kepada rakyat, termasuk RUU Pemasyarakatan dan RUU Mineral dan Batubara (Minerba) juga, maka dari itu memperjuangkan hak-hak rakyat yang tertindas," teriaknya.

Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa tersebut disambut oleh Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya beserta jajarannya, Gubernur dan Wakil Gubernur dan Kapolda Babel dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. (*/DEI)

penulis: DEI

Komentar Via Facebook