Rina Tarol Minta Polisi Serius Usut Kasus Oknum Fotografer Cabul
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

Rina Tarol Minta Polisi Serius Usut Kasus Oknum Fotografer Cabul

Rina Tarol Minta Polisi Serius Usut Kasus Oknum Fotografer Cabul
Anggota DPRD Babel, Rina Tarol

WARTABANGKA.COM, TOBOALI - Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rina Tarol mengecam perbuatan tidak terpuji yang dilakukan oleh seorang oknum fotografer, AA (38) asal Toboali, Kabupaten Bangka Selatan yang melibatkan anak-anak di bawah umur sebagai model pornografi.

"Kita minta aparat hukum untuk serius menyikapi ini, baik itu tingkat Polres maupun Polda, karena merupakan kehancuran moral bagi kita semua, anak-anak yang dibawah umur, umur 12, 13 tahun sampai terlibat pornografi yang begini, yang mereka juga tidak tahu apa yang terjadi," kata Rina saat diwawancarai belum lama ini.

Selain itu, politisi PDIP ini meminta Gubernur Erzaldi ikut memberikan atensi dan mengambil sikap dalam menghadapi permasalahan ini khususnya kemerosotan moral yang terjadi pada anak-anak di bawah umur saat ini.

"Percuma Pak Gubernur show dari masjid ke masjid membawa dakwah dengan anggaran miliaran rupiah, dan ternyata dibawah, moral-moral anak kita terabaikan, kalau kawan-kawan wartawan melihat foto itu akan sangat miris, dan itu benar-benar merusak moral bangsa kita," ujarnya.

Oleh karena itu, ia berharap, gubernur bersama legislatif dan para pihak terkait dapat duduk bersama untuk mencari solusi yang tepat dalam menghadapi permasalahan ini.

"Harapan kami, Pak Gubernur juga serius, ayo kita duduk bersama, mencari jalan bagaimana menyelamatkan anak-anak, ini mungkin yang tereksposenya baru sekian persen," harapnya.

"Kita nggak tahu ada mungkin yang lebih besar yang tidak terekspose, membangun moral anak-anak kita yang sudah terdegradasi moral di Bangka Selatan," timpalnya.

Dia juga berharap, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Babel juga turut aktif dalam memberikan pendampingan kepada anak-anak di bawah umur yang menjadi korban pornografi. (*/DEI)

penulis: DEI

Komentar Via Facebook