BNPB Dorong Perempuan Jadi Guru Siaga Bencana
Banner DPRD Babel
HomeUmumWartaNewsSumatraDaerahPangkalpinangBangkaBangka BaratBangka TengahBangka SelatanPolitikPemerintahanDPRDPemiluBisnisKeuanganMacroMicroSportOtomotifModifikasiBolaLiga SpanyolLiga InggrisLiga ChampionsLiga ItaliaLiga IndonesiaTechnoTravelKulinerRekreasiJalan-jalanReligiHikmah RamadanLainnyaVideo

BNPB Dorong Perempuan Jadi Guru Siaga Bencana

BNPB Dorong Perempuan Jadi Guru Siaga Bencana
Acara Uji Publik Kurikulum dan Modul Srikandi Siaga Bencana oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana di Pia Hotel Pangkalpinang, Rabu (9/10).(IST)

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG- Kepala Pendidikan dan Pelatihan Penanggulanngan Bencana BNPB, DR Bagus Tjahjono mengatakan keterlibatan kaum perempuan terutama peran para ibu dalam membangun ketangguhan keluarga dalam menghadapi situasi darurat bencana harus lebih digalakkan.

"Saat bencana kaum ibulah yang paling rentan terkena dampak karena selain harus menyelamatkan dirinya sendiri, seorang ibu juga harus berpikir akan keselamatan anak-anak dan anggota keluarga lainnya," ujar Bagus saat membuka acara Uji Publik Kurikulum dan Modul Srikandi Siaga Bencana oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana di Pia Hotel Pangkalpinang, Rabu (9/10).

Untuk itu, kata dia, dampak negatif ketika terjadi bencana diharapkan dapat ditekan melalui peningkatan peran perempuan dalam hal penanggulangan dan menghadapi situasi bencana. "Rangkaian kejadian bencana yang terjadi di beberapa negara menunjukkan bahwa perempuan dan anak-anak berisiko meninggal 14 kali lebih besar dari pria dewasa," ungkap Bagus.

Ia mencontohkan, pada kejadian Cyclone di Bangladesh pada 1991 yang berdampak pada korban jiwa dimana 90 persen dari korban tersebut adalah badai Katrina di USA menunjukkan bahwa sebagian besar korban adalah ibu-ibu Afro American beserta anaknya dan pada kejadian Tsunami Aceh 2004 banyak ibu yang meninggal bersama dengan anaknya.

"Meski pada beberapa kejadian bencana menunjukkan bahwa perempuan memiliki kerentanan yang lebih besar, namun di sisi lainnya perempuan memiliki peran yang strategis dalam penanggulangan bencana, khususnya dalam membangun kesiapsiagaan bencana di tingkat keluarga," terangnya.

Perempuan dalam hal kebencanaan kata Bagus, sebagai orang paling terdampak ketika terjadi bencana namun juga memiliki peran yang sangat penting dalam menyelamatkan keluarga dan mendidik anak-anak tentang kebencanaan. "Peran perempuan sangat efektif dalam mentransfer pengetahuannya terhadap generasi berikutnya," katanya.

Ia menjelaskan, perempuan dalam hal ini bisa memberikan usulan untuk pengurangan risiko bencana dan memperkuat ketahanan komunitas. Sehubungan dengan hal ini maka BNPB akan melaksanakan kegiatan pelatihan untuk kaum perempuan dalam bentuk kegiatan  Srikandi Siaga Bencana dengan tema besar yang diusung yaitu “Perempuan Menjadi Guru Siaga Bencana, Rumah Menjadi Sekolahnya”.

"Uji Publik Kurikulum Dan Modul Srikandi Siaga Bencana yang kita selenggarakan merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas wanita dalam penanggulangan bencana. Sasaran pelatihan ini nantinya akan dikhususkan bagi para wanita dimana berperan vital untuk ketanguhan keluarga," ungkapnya.

Ia berharap, dalam proses Uji Publik Kurikulum Dan Modul Srikandi Siaga Bencana, peserta dapat saling berbagi pengalaman menangani bencana di daerahnya masing-masing, merefleksikan pengalaman itu, serta bersama-sama menarik berbagai pembelajaran melaluinya. Pada akhirnya, Uji Publik Kurikulum Dan Modul Srikandi Siaga Bencana dapat menjadi bekal untuk memperkuat kesiapsiagaan Keluarga di Indonesia di masa mendatang.

"Kita tidak ingin bencana kembali terjadi dan menelan banyak korban dan kerugian. Kita ingin menjadi lebih siap dan mampu mencegah jatuhnya korban dan menekan kerugian di berbagai bidang, termasuk ekonomi dan sosial," tukasnya. (*/IFG)

penulis: IFG

Komentar Via Facebook